7 Efek Samping Teh Matcha, Tingkatkan Risiko Serangan Penyakit Ini
Untuk matcha, semak teh dinaungi dari sinar matahari langsung selama sekitar 20–30 hari sebelum dipanen.
Hal ini meningkatkan kadar klorofil dan kandungan asam amino, terutama L-theanine, sehingga matcha memiliki rasa dan profil nutrisi yang khas.
Setelah dipanen, daunnya dikukus, dikeringkan, dan digiling dengan batu hingga menjadi bubuk hijau halus dan cerah.
Ini berarti ketika Anda minum matcha, Anda mengonsumsi seluruh daunnya, bukan hanya seduhan seperti teh biasa.
Berikut penjelasannya, seperti dikutip laman Healthshots.com.
1. Kontaminan dalam Bubuk
Karena matcha terbuat dari daun teh utuh yang digiling, Anda mungkin menelan semua yang diserap tanaman, termasuk logam berat, pestisida, dan fluorida dari tanah.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Perlindungan Konsumen dan Keamanan Pangan memperingatkan bahwa matcha mungkin mengandung jejak kontaminan tersebut, terutama jika bersumber dari daerah yang tercemar.
2. Toksisitas Hati dan Ginjal
Matcha mengandung antioksidan sekitar tiga kali lebih banyak daripada teh hijau berkualitas tinggi.
Ada beberapa efek samping mengonsumsi teh matcha secara berlebihan untuk kesehatan dan bisa meningkatkan risiko serangan penyakit ini.
- 5 Manfaat Minum Air Jahe Setiap Malam, Gula Darah Bakalan Tetap Normal
- 5 Khasiat Mengonsumsi Sup Ayam Setiap Malam, Cegah Serangan Penyakit Ini
- 6 Manfaat Buah Delima, Baik untuk Kesehatan Jantung
- 6 Manfaat Jeruk Nipis yang Bikin Kaget
- 7 Manfaat Bawang Bombai, Ampuh Atasi Depresi
- 5 Bahaya Mengonsumsi Lidah Buaya Berlebihan, Penyakit Ini Bakalan Mengintai Anda
JPNN.com




