Sebuah Refleksi atas Perjalanan 81 Tahun Republik Indonesia
81 Tahun Bukan Sekadar Merdeka: Apakah Kita Benar-benar Berdaulat, Adil, dan Makmur?
Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH -Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan dan Ketua Ikatan Alumni Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia
jpnn.com - Bulan ini angin kemarau kembali mengibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh penjuru Nusantara.
Di usia yang ke-81 tahun, Republik Indonesia berdiri sebagai raksasa yang terus bernapas, bertahan, dan bertumbuh di tengah gempuran zaman.
Tahun ini, kita merayakan kemerdekaan dengan tema yang terdengar begitu agung: "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Namun, di balik gegap gempita perayaan, parade baju adat, dan upacara yang megah, mari kita berhenti sejenak.
Mari kita telanjangi makna dari 81 tahun perjalanan ini.
Sudahkah tema tersebut menjadi realitas yang dihirup oleh 280 juta rakyatnya, atau ia masih sekadar slogan kosong yang didaur ulang setiap bulan Agustus?
Darah, Air Mata, dan Evolusi Makna Perjuangan
Secara empiris, kemerdekaan bangsa ini tidak diberikan di atas nampan emas.
Di usia yang ke-81 tahun, Republik Indonesia berdiri sebagai raksasa yang terus bernapas, bertahan, dan bertumbuh di tengah gempuran zaman.
- DPR Dorong Penindakan Kepada Pengecer Maupun Produsen Rokok Ilegal
- Pimpinan Komisi V DPR Minta Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis yang Hilang
- Pencegahan Korupsi Pada Program Koperasi Merah Putih
- Iman Syukri DPR: Optimalkan Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- DPR Perkuat Sinergi dengan Kepala Desa untuk Dorong Pembangunan dari Desa
- DPR Dorong Basarnas Memaksimalkan Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liput Erupsi GAK
JPNN.com




