Acaraki Jamu Festival 2026 Ajak Masyarakat Merayakan Kebangkitan Budaya Jamu
Perkembangan jamu saat ini juga menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Jika dahulu jamu identik dengan jamu gendong, kini jamu hadir dalam berbagai bentuk seperti minuman siap minum (RTD), botol, sachet, kapsul, café jamu, hingga produk perawatan tubuh berbasis herbal. Transformasi ini menunjukkan bahwa jamu terus berkembang tanpa kehilangan akar budaya dan manfaatnya.
Sebagai salah satu pendukung festival, Larutan Penyegar Cap Badak juga turut mendorong revitalisasi Aksara Nusantara. Banyak pengetahuan dan resep jamu tradisional yang pada masa lalu dituliskan dalam berbagai aksara daerah Indonesia.
Karena itu, pelestarian aksara nusantara tidak hanya berarti menjaga warisan bahasa dan budaya, tetapi juga menjaga jejak pengetahuan leluhur yang menjadi bagian penting dari perjalanan budaya jamu Indonesia
Ketua Umum GP Jamu Jony Yuwono mengatakan pelestarian jamu tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat.
Menurutnya, sosok jamu gendong yang tetap menjaga tradisi dan identitas budaya di tengah perubahan zaman menjadi inspirasi bahwa warisan leluhur dapat terus hidup sekaligus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern.
“Melalui acaraki Jamu Festival, kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut melestarikan dan mengembangkan warisan budaya jamu Indonesia. Semangat yang ditunjukkan para pelaku jamu tradisional perlu menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berinovasi, menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta memperkuat daya saing UMKM jamu agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Jony Yuwono. (rhs/jpnn)
Dari generasi ke generasi, jamu diwariskan bukan hanya sebagai ramuan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari budaya, pengetahuan, dan kearifan lokal bangsa.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Tian Fu Gong PIK, Jaga Warisan Budaya Tak Lekang oleh Zaman dan Keramaian
- Waka MPR Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pengelolaan Warisan Budaya
- Grebeg Saparan Klaten Sedot 50 Ribu Pengunjung, Pesanan Apem Tembus 7 Ton
- Pertamina Perkuat Ekosistem Kriya dan UMKM Berbasis Budaya Lewat Kawan Nusantara 2026
- Tolak Angin Raih IOB Award 2026 yang Ke-8 kalinya, Tanda Kepercayaan Konsumen
- Tampilkan Ratusan Karya Seni, Pasar Rakyat & Budaya Jateng 2026 Resmi Dibuka
JPNN.com




