Ada Mahasiswa Kesulitan Bayar Uang Kuliah, Emil Dardak Langsung Telepon Rektor

Ada Mahasiswa Kesulitan Bayar Uang Kuliah, Emil Dardak Langsung Telepon Rektor
Emil Dardak dan Arumi Bachsin. Foto: JPG

jpnn.com, MALANG - Peraih nilai terbaik ketiga ujian nasional (UN) SMA bidang IPA tingkat Jawa Timur bernama Peter Ananthaputra Judianto kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT) di Universitas Brawijaya. Namun kini dia sudah bisa tersenyum lega.

Sebab, pihak UB telah membuat kebijakan untuk memperlonggar bayar UKT. Ini gara-gara curhatan Peter yang diterbitkan Jawa Pos Radar Malang pada Minggu (12/5) langsung mendapat respons dari Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.

Orang nomor dua di Jawa Timur itu menghubungi Rektor UB Prof Dr Nuhfil Hanani untuk meminta klarifikasi UKT Peter. Hal tersebut diceritakan Nuhfil saat membuka acara Bonsai (Obrolan Santai) terkait UKT di Gedung Rektorat, Rabu (15/5).

”Saya di WA, ditelepon (oleh Emil Dardak), terkait kebenaran ada mahasiswa yang kesulitan bayar UKT. Padahal, ya aturan keringanan UKT sudah dikeluarkan 6 Mei lalu,” terang Nuhfil.

BACA JUGA: Sikap Bawaslu Sudah Jelas, Kubu Prabowo Harap Tahu

Peraturan Rektor terkait UKT yang disahkan 6 Mei itu, dikatakan Nuhfil, merupakan penyempurnaan dari aturan UKT tahun lalu. Nuhfil menyampaikan, kali ini pun UB mengeluarkan empat model pembayaran UKT yang cukup memudahkan mahasiswa.

”Ada penundaan, penurunan, lalu skema keringanan hingga pembebasan,” jawab mantan dekan fakultas pertanian ini.

Lebih lanjut, perbedaan UKT dahulu dan sekarang terletak pada masa penundaan. Jika tahun lalu penundaan dilakukan di akhir semester dan ada kasus tertentu penundaan dilakukan lebih dari satu semester, kali ini tidak begitu. Pembayaran kuliah ini jauh lebih longgar.

Peter Ananthaputra Judianto, peraih nilai terbaik ketiga ujian nasional bidang IPA tingkat Jawa Timur yang kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT) di Universitas Brawijaya sudah bisa tersenyum.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News