Ada Saran dari Tantowi Yahya buat Pemerintah, Ini soal Pariwisata demi Ekonomi Negara

Ada Saran dari Tantowi Yahya buat Pemerintah, Ini soal Pariwisata demi Ekonomi Negara
Tantowi Yahya. Foto: dokumen JPNN

“UMKM menjual produk, homestay terisi, desa menjadi hidup. Anak muda memperoleh pekerjaan, pemda menerima pajak dan retribusi, sehingga ekonomi berputar, menyebar, dan terasa,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Tantowi berpendapat pariwisata adalah sektor yang sangat demokratis. Alasannya, efeknya tidak berhenti pada korporasi besar.

Presiden Komisaris Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali itu menegaskan pariwisata yang dikelola dengan tepat bisa menjadi instrumen pemerataan ekonomi. Pariwisata, katanya, bisa membawa uang dari kota ke desa, bahkan dari luar negeri ke dalam negeri.

Menurut Tantowi, pada saat kurs dolar Amerika Serikat (USD) sedang tinggi, semestinya pariwisata juga dilihat sebagai jalan masuk devisa. Penyanyi country itu lantas membeber kekayaan alam, budaya, kuliner, dan talenta hospitality Indonesia yang diakui dunia.

Indonesia juga memiliki Bali, Lombok, Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika, Raja Ampat, dan ratusan desa wisata yang belum sepenuhnya menjadi kekuatan ekonomi nasional. Namun, Tantowi menilai pemerintah belum menganggap pariwisata sebagai salah satu prioritas untuk penggerak ekonomi.

Oleh karena itu, Tantowi menegaskan sudah waktunya kini pemerintah menjadikan pariwisata sebagai agenda utama. “Bukan sekadar sebagai pelengkap, bukan sebagai seremoni, melainkan sebagai agenda strategis presiden untuk pekerjaan, devisa, dan masa depan Indonesia,” katanya.(jpnn.com)

Ketum Ikatan Alumni Politeknik Pariwisata (IKA) NHI Bandung Tantowi Yahya mendorong pemerintah menempatkan sektor pariwisata sebagai agenda prioritas.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News