Ada yang ‘Nakal’, Harga MinyaKita Jadi Korban
jpnn.com, JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta masyarakat tidak panik terkait isu kelangkaan minyak goreng rakyat atau MinyaKita akibat kenaikan harga.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyampaikan bahan baku MinyaKita dalam kondisi aman dan mencukupi.
"Jadi, produksi cukup dan bahan baku dalam kondisi aman," ujar Sarwo Edhy di Jakarta, Rabu (22/4).
Dia menjelaskan kenaikan harga MinyaKita di pasar disebabkan oleh persoalan distribusi yang belum terkendali.
“Jadi, kalau harga naik, itu bukan soal pasokan, tetapi distribusi yang tidak dikendalikan,” katanya.
Karena itu, dia mengaku tidak ada alasan bagi pelaku usaha menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.
Menurut dia, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi lonjakan harga tersebut.
Bapanas bersama Satuan Tugas Pangan Polri dan Kementerian Pertanian akan menindak tegas pelaku usaha yang terlibat dalam anomali harga.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta masyarakat tidak panik terkait isu kelangkaan minyak goreng rakyat atau MinyaKita akibat kenaikan harga.
- Tensi Geopolitik Timur Tengah Memanas, IHSG Melempem Lagi
- Membangun Pasar Mamin, Kikkoman Komitmen Hadirkan Produk Halal di Indonesia
- Lanjut Rebound, IHSG Siang Ini Menguat 132,84 Poin
- Pemerintah Tidak Lagi Menggunakan MinyaKita untuk Bantuan Pangan
- Ekonom Sebut Meredanya Isu Reshuffle Kabinet Punya Efek Baik untuk Rupiah & IHSG
- Pengamat: Pasar Mengalami Krisis Ekspektasi Mendalam
JPNN.com




