Ada yang Resah Belum Diundang ke Muktamar NU, tetapi Sudah Diminta Nama AHWA
jpnn.com - BANGKALAN - Sejumlah PWNU dan PCNU mengeluh lantaran belum menerima undangan resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan digelar di Jombang, 27-31 Agustus 2026.
Ada yang khawatir tak mendapat undangan, atau bakal menerimanya saat waktu mepet.
"Kami khawatir undangannya mepet. Kalau dikirim H-7, tiket pesawat dan kereta pasti sudah mahal, bahkan habis. Terutama PWNU-PCNU luar Jawa, bahkan banyak yang dari daerah kepulauan. Padahal, di antara mereka berangkat rombongan,” ujar Sekretaris PCNU Bangkalan KH Dimyati Muhammad.
Lora Dim, panggilan KH Dimyati Muhammad mengaku mendapat banyak aduan dari fungsionaris PCNU luar Jawa terkait belum adanya undangan resmi muktamar. Bahkan ada di antara mereka yang mengkhwatirkan pelaksanaan muktamar mundur dari jadwal semula.
“Tidak ada undangan hingga saat ini membuat mereka menduga-duga. Pastinya, kesulitan mengurus administrasi internal untuk berangkat, SK delegasi, hingga koordinasi teknis keberangkatan,” kata Lora Dim.
“Mereka juga mengeluh, saat semua belum pasti justru sudah ditekan untuk menyerahkan daftar Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA. Padahal belum ada surat permohonan resmi dari panitia, mekanisme dan penjelasan lengkapnya. Ini maunya apa dan bagaimana?” imbuhnya.
Di tengah belum jelasnya undangan, lanjut Lora Dim, beberapa PWNU dan PCNU mengaku justru sudah dihubungi oknum yang mengatasnamakan Panitia Muktamar. Mereka diminta segera menyerahkan nama-nama AHWA sesuai daftar yang diinginkan.
“Bahasa halusnya permintaan data, tetapi nadanya menekan. Seolah kalau tidak kirim nama itu, nanti ada konsekuensi,” katanya menceritakan keluhan pengurus PWNU-PCNU.
Ada yang khawatir undangan Muktamar NU datangnya mepet, kan tiket pesawat dan kereta pasti jadi mahal.
- Gus Lilur: Saya Pilih Jalur Hukum, Penegak Hukum Harus Transparan
- Gus Lilur Resmi Laporkan ke KPK Perihal Dugaan Jual Beli Suara di Muktamar NU
- P3NU Adukan Dugaan Aliran Dana Muktamar NU ke KPK, Gus Ipul Disorot
- Gus Lilur Minta KPK Telusuri Dugaan Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
- Tanggapi PCNU Sekadau, Kiai Ismail Ghofur: Demi Muruah NU, Kami Tak Hadir di Agenda Pengondisian Muktamar
- PCNU Sekadau Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK, Rp 40 Juta Dikembalikan
JPNN.com




