Adi Prayitno Sebut Jokowi Aktif Berpolitik demi Menjaga Relevansi Gibran dan PSI
jpnn.com - Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai aktivitas politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) belakangan bukan sekadar untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut Adi, langkah tersebut juga bertujuan menjaga relevansi politik putranya, Gibran Rakabuming Raka, menjelang Pemilu 2029.
Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang, NTT, Sabtu (1/8/2026). Foto: dok sumber
Adi mengatakan Jokowi harus tetap aktif di panggung politik agar pengaruhnya tidak memudar setelah lengser dari kursi presiden.
"Kalau Jokowi tidak melakukan kegiatan politik, tidak membesarkan PSI, dan tidak menghidupkan kembali kartu politiknya, maka pasca-2029 politik Jokowi akan selesai. Jokowi dianggap tidak relevan dan pastinya tidak akan punya momentum politik," kata Adi melalui kanal YouTube Adiprayitnoofficial, Minggu (2/8).
Dia menilai Jokowi ingin memastikan Gibran tetap menjadi figur yang diperhitungkan pada Pilpres 2029.
Bahkan, kata Adi, Gibran diproyeksikan kembali menjadi calon wakil presiden, baik mendampingi Prabowo Subianto maupun tokoh lainnya.
"Jadi upaya Jokowi agar Gibran terus relevan. Supaya Gibran kembali menjadi wakil presiden Prabowo untuk kedua kalinya, sehingga eksistensi dan kekuatan politik Jokowi di masa yang akan datang terus diperhitungkan," ujarnya.
Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai aktivitas politik Joko Widodo (Jokowi belakangan bukan sekadar untuk membesarkan PSI, juga Gibran.
- Di Malaysia, Jokowi Tegaskan Dunia Butuh PBB Versi Baru
- Pesan PSI untuk Ketum Projo Budi Arie Tegas, Begini Kalimat Andy Budiman
- Idrus Marham: Pernyataan Budi Arie Bisa Adu Domba Jokowi dengan Pemerintahan Prabowo
- KSP PKS Anggap Budi Arie Lakukan Provokasi Politik
- Efriza: Pernyataan Budi Arie Jadi Blunder buat Jokowi dan Geng Solo
- PSI Dukung Prabowo-Gibran Sampai Akhir, Tegaskan Siap Lawan Segala Upaya Menjatuhkan
JPNN.com




