Ahli Ungkap Perbedaan Nikotin dan Zat Pemicu Kanker pada Rokok
jpnn.com, JAKARTA - Nikotin kerap dianggap sebagai penyebab utama kanker akibat kebiasaan merokok. Namun, pandangan tersebut perlu diluruskan berdasarkan karakteristik masing-masing senyawa.
Peneliti Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Khotib menjelaskan nikotin dan senyawa karsinogenik memiliki mekanisme yang berbeda.
Menurut dia, nikotin merupakan senyawa alkaloid alami yang terdapat pada tanaman tembakau dan sejumlah tanaman dari keluarga Solanaceae.
"Nikotin menyebabkan ketergantungan karena memengaruhi sistem penghargaan di otak dan memicu pelepasan dopamin," ujar Khotib, dikutip Senin (31/8).
Khotib mengatakan International Agency for Research on Cancer (IARC) tidak mengklasifikasikan nikotin sebagai zat karsinogenik.
Risiko kanker pada perokok, lanjut dia, lebih banyak berkaitan dengan paparan berbagai senyawa berbahaya yang terbentuk ketika tembakau mengalami proses pembakaran.
Pembakaran rokok dapat menghasilkan ribuan senyawa kimia. Di antaranya terdapat sejumlah senyawa yang diketahui bersifat karsinogenik.
Beberapa senyawa tersebut antara lain tobacco-specific nitrosamines (TSNAs), benzena, 1,3-butadiena, benzo[a]pyrene, dan formaldehida.
Peneliti Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Khotib mengungkap fakta mengenai nikotin yang kerap dikaitkan sebagai penyebab kanker
- Ratusan Ribu Pekerja Terancam, FSP RTMM-SPSI Desak Pemerintah Kaji Ulang PP 28/2024
- Bea Cukai Tanjungpandan Musnahkan 16,5 Liter MMEA & 140.356 Ribu Batang Rokok Ilegal
- Dari i3L ke University of Melbourne, Gio Fidelito Tekuni Riset Metabolisme dan Kanker
- Rokok Ilegal Makin Marak, Ahli Ingatkan Soal Aturan IHT
- Bea Cukai Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar, Hasil Penindakan di Aceh
- Musnahkan BKC Ilegal, Bea Cukai Kotabaru Amankan Penerimaan Negara Ratusan Juta Rupiah
JPNN.com




