Ahmad Rizal Ramdhani: Dari Intelijen Teritorial Kini Mengawal Ketahanan Pangan
Karena sesungguhnya perang modern tidak selalu datang dalam bentuk invasi.
Kelangkaan pangan, krisis iklim, dan rusaknya ekosistem dapat menjadi ancaman yang jauh lebih sunyi tetapi mematikan.
Kisah hidup Ahmad Rizal Ramdhani saat bahu membahu menangani bencana gempa Lombok pernah diabadikan dalam buku 'Mempolong Merenten', sebuah frasa yang menggambarkan semangat persaudaraan, pengabdian, dan kerja bersama dalam menghadapi kehidupan.
Buku itu seperti ingin menegaskan bahwa perjalanan seorang prajurit sejati tidak diukur hanya dari pangkat dan jabatan, tetapi dari manfaat yang ditinggalkannya bagi manusia lain.
Mungkin itulah inti perjalanan Ahmad Rizal Ramdhani.
Dia memahami membangun jauh lebih sulit daripada menghancurkan.
Rizal adalah prajurit yang mengerti bahwa ketahanan bangsa bukan hanya berdiri di atas tank dan senapan, tetapi juga di atas padi yang tumbuh subur, pohon yang tetap hijau, dan rakyat yang tidak pernah kehilangan harapan.
Di tangannya, BULOG bukan sekadar institusi logistik pangan namun sesuai Visinya Bulog harus menjadi Orkestrator Pangan Nasional & bahkan Internasional ke depannya.
Pengalaman Letjen Purn Ahmad Rizal Ramdhani di korps zeni dan teritorial menjadi modal yang unik dalam memimpin BULOG
- Turki, Arab Saudi, Pakistan akan Meningkatkan Pertukaran Intelijen
- AAMAI Wujudkan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan melalui CSR Ketahanan Pangan di Sleman
- Indonesia-Thailand Perkuat Kerja Sama dari Pangan hingga Pendidikan
- Penyaluran Bantuan Beras Tahap Kedua Bagi 33,24 Juta KPM Dimulai 17 Agustus
- Klaim ‘BPA Free’ Berpotensi Menyesatkan Konsumen, YLKI Minta BPOM Turun Tangan
- BULOG Edukasi Masyarakat Mengenali Mutu Beras Agar Dapat Informasi yang Tepat
JPNN.com




