AHY Dianggap Siap Maju di 2029 Setelah Pidato, Demokrat: Terlalu Jauh
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat Dede Yusuf menyebut pernyataan ketum partainya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal sifat kekuasaan bukan selamanya sebagai pelajaran demokrasi di berbagai negara.
"Sejarah sudah membuktikan juga bahwa kekuasaan bukan milik seseorang selamanya, karena ada yang namanya periodisasi," kata dia kepada awak media, Selasa (8/9).
Termasuk, kata dia, sistem ketatanegaraan di Indonesia menyebutkan pemimpin dipilih dalam lima tahun melalui kontestasi politik.
"Jadi semua itu pembelajaran politik bagi para kader Demokrat, agar bekerja sesuai amanah yang diberikan rakyat," ungkapnya.
Dia pun menilai berlebihan ketika pernyataan AHY soal kekuasan dimaknai sebagai kesiapan Menko Infra itu maju Pilpres 2029.
Satu di antaranya, Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan AHY terkait kekuasaan sebagai sinyal putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu siap maju Pilpres 2029.
"Jadi saya rasa terlalu jauh kalau ditanggapi lain oleh senior tadi," ujar Dede.
Legislator Komisi II DPR RI itu mengatakan Demokrat akan menghormati pimpinan partai lain jika ingin menyampaikan pandangan politik ke depan.
Waketum Demokrat Dede Yusuf menyebut pernyataan ketum partainya AHY soal sifat kekuasaan sebagai pelajaran demokrasi di berbagai negara.
- NasDem Dukung Prabowo Sampai 2029, Sikap Selanjutnya Menunggu Tahapan Pemilu
- Tegaskan Sikap PAN, Viva Yoga Sindir Partai yang Masih Ragu Dukung Prabowo di 2029
- Putusan MK Soal Ijazah Gibran, Mahfud MD: Akan Jadi Masalah untuk Pencalonan 2029
- Golkar Siap Usung Prabowo Lagi Tanpa Sebut Cawapres, Pengamat Lihat Ruang Manuver untuk Gibran
- Konon, Jokowi Masih Tetap Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode
- Tekan Isu Krisis Air Bersih, AHY Sambut Baik Usulan Teknologi Desalinasi Air Laut
JPNN.com




