AI Mengubah Pola Dunia Kerja, Binus University Genjot Kurikulum Kecerdasan Buatan
jpnn.com, JAKARTA - Binus University memperluas program Artificial Intelligence sebagai komitmen dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi global.
Kecerdasan buatan kini telah berkembang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi global serta melahirkan berbagai model bisnis dan profesi baru.
Pemanfaatan teknologi tersebut kini merambah hampir seluruh sektor mulai dari keuangan, kesehatan, hingga industri kreatif.
Perubahan itu mendorong lahirnya AI Economy yang menjadikan kemampuan penguasaan teknologi sebagai penentu daya saing.
Seiring dengan tren tersebut, kebutuhan industri terhadap profesi seperti AI Engineer dan Machine Learning Engineer terus meningkat tajam.
Rektor Binus University, Nelly menyatakan perluasan program AI di kampusnya bagian dari komitmen institusi dalam semangat 'Fostering and Empowering the Society'.
"Kami ingin memastikan makin banyak generasi muda Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi masa depan, sehingga mereka mampu menjadi inovator yang memberikan dampak positif bagi masyarakat," kata Nelly dalam keterangan pers, Senin (10/8).
Kurikulum program ini dirancang secara multidisiplin dengan menggabungkan ilmu teknis, pemahaman etika, komunikasi, serta aspek bisnis.
Binus University memperluas program Artificial Intelligence sebagai komitmen dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi global.
- Dari Hype ke Dampak Nyata, DANA Soroti Implementasi AI Bagi Bisnis dan Talenta
- Tokoh Dunia Berkumpul di Bali Bahas Dampak AI, Luhut: Indonesia Jangan hanya Jadi Pengguna Teknologi
- BINUS University Luncurkan Program AI untuk Cetak Talenta Inovator Masa Depan
- Dorong Transformasi Bisnis UMKM Indonesia, UMKMall Perkenalkan Teman AI
- 350 Peserta Ramaikan EduMind Wellbeing dan AI Camp Telkom di Makassar
- Habib Aboe: AI Sudah Memasuki Dunia Hukum, Advokat Harus Siap Beradaptasi
JPNN.com




