Ajaib Sekuritas Angkat Bicara soal Kejanggalan di Transaksi Rp 1,8 Miliar
jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama Ajaib Sekuritas Juliana angkat bicara terkait polemik transaksi saham senilai Rp 1,8 miliar yang viral di media sosial.
Dalam pernyataan terbukanya, Juliana memastikan tidak ditemukan kejanggalan dalam proses maupun hasil transaksi tersebut.
Juliana menyampaikan rasa simpati kepada nasabah yang mengalami ketidaknyamanan dan menekankan bahwa privasi dan keamanan data nasabah selalu menjadi prioritas Ajaib.
Dia menegaskan Ajaib Sekuritas memilih untuk menyampaikan fakta secara terbuka karena sebagian detail transaksi sudah lebih dulu diungkapkan ke publik oleh nasabah.
“Kami telah menelusuri secara menyeluruh transaksi yang dimaksud dan tidak menemukan indikasi kejanggalan. Selama beberapa tahun terakhir, nasabah yang bersangkutan telah melakukan transaksi miliaran rupiah, dengan portofolio saham yang juga bernilai lebih dari Rp 1 miliar,” ujar Juliana.
Jumlah portofolio saham nasabah ini sekaligus menjawab pertanyaan sejumlah pihak mengapa nasabah bisa melakukan transaksi hingga lebih dari Rp 1 miliar.
Menurutnya, transaksi tersebut juga telah melalui proses konfirmasi di perangkat handphone yang tercatat sebagai trusted device dalam sistem Ajaib.
“Tidak lama setelahnya, nasabah juga melakukan transaksi serupa, yang kemudian diakui dilakukan secara sadar oleh yang bersangkutan. Semua jejak digital dari proses ini terekam dalam sistem kami,” lanjutnya.
Direktur Utama Ajaib Sekuritas Juliana angkat bicara terkait polemik transaksi saham senilai Rp 1,8 miliar yang viral di media sosial.
- Bicara Urgensi Family Office yang Digagas Luhut, Arief Poyuono: Pasangan Strategis Danantara
- DPP IKM Perkuat Konsolidasi Perantau, Andre Rosiade Singgung Investasi ke Sumbar
- RUPST BRI Setujui Dividen Tunai Rp 52,1 Triliun
- IHSG Loyo, Dibuka Melemah 40,75 Poin
- Terima Dubes Australia, Gubernur Herman Deru Tawarkan Investasi hingga Ekspor Kopi
- Indonesia Terancam 'Tak Terlihat' di Dunia, Peneliti UHAMKA Soroti Risiko Baru di Perang Iran
JPNN.com




