Akademisi Binus Ingatkan Bahaya Kudeta Gaya Baru: Militer Masuk Ruang Sipil, Dwifungsi ABRI Bangkit Lewat Batalyon

Akademisi Binus Ingatkan Bahaya Kudeta Gaya Baru: Militer Masuk Ruang Sipil, Dwifungsi ABRI Bangkit Lewat Batalyon
Para narasumber diskusi publik bertajuk “Prahara Batalyon Teritorial Pembangunan: Penolakan Warga dan Arah Kebijakan Menteri Pertahanan” pada Kamis (4/6/2026) di Jakarta Pusat. Foto: Source for JPNN.com

Reza menyebut, dalam rentang 2022 hingga 2024, berbagai negara seperti Venezuela, Honduras, Sri Lanka, Pakistan, hingga Thailand mengalami gejala penguatan militer dalam ruang sipil yang kemudian berujung pada krisis politik dan perubahan kekuasaan.

Menurut dia, pola yang terjadi bukan lagi kudeta militer konvensional dengan tank dan senjata di jalanan, melainkan infiltrasi perlahan ke institusi sipil melalui regulasi, birokrasi, dan sektor ekonomi strategis.

"Strateginya sekarang bukan kudeta terbuka. Militer masuk pelan-pelan ke ruang sipil, merevisi regulasi, mengambil posisi-posisi strategis, lalu tiba-tiba keseimbangan kekuasaan berubah,” ujar Reza.

Dia mengingatkan, kondisi ekonomi yang melemah, meningkatnya pengangguran, hingga ketidakstabilan pasar dapat memperbesar kerentanan demokrasi apabila ruang sipil terus dilemahkan.

"Ketika sipil kehilangan ruang kerja, ekonomi melemah, dan semua urusan diselesaikan dengan pendekatan militer, maka demokrasi kita berada dalam situasi yang berbahaya,” katanya.

Reza juga mengkritik arah pembangunan pertahanan yang dinilai semakin jauh dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penguatan kapasitas perang modern.

"Militer yang seharusnya diperkuat kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan teknologi pertahanannya, sekarang justru semakin sibuk mengurus sawah dan bercocok tanam,” ujar dia.

Menurut Reza, apabila negara benar-benar serius ingin memperkuat sektor pangan, maka yang harus diperkuat adalah kapasitas petani sipil melalui pendidikan, akses teknologi, dan jaminan kesejahteraan.

Dosen Hukum Bisnis Universitas Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki memperingatkan adanya gejala kebangkitan dwifungsi ABRI.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News