Akademisi Binus Ingatkan Bahaya Kudeta Gaya Baru: Militer Masuk Ruang Sipil, Dwifungsi ABRI Bangkit Lewat Batalyon
Kamis, 04 Juni 2026 – 23:41 WIB
Para narasumber diskusi publik bertajuk “Prahara Batalyon Teritorial Pembangunan: Penolakan Warga dan Arah Kebijakan Menteri Pertahanan” pada Kamis (4/6/2026) di Jakarta Pusat. Foto: Source for JPNN.com
“Petani harus dibuat sejahtera dan menjanjikan bagi anak muda, bukan malah digantikan perannya oleh militer. Kalau semua persoalan diselesaikan dengan tentara, sekalian saja negara ini dijadikan negara militer,” kata Reza.
Diskusi tersebut turut menghadirkan Dosen Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Firdaus Syam, Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida, Bidang Advokasi BPN PBHI Akbar Roohul Amin, serta Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria Dewi Kartika.
Kegiatan itu diikuti mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, peneliti, praktisi hukum, akademisi, hingga masyarakat umum.
Dosen Hukum Bisnis Universitas Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki memperingatkan adanya gejala kebangkitan dwifungsi ABRI.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
BERITA TERKAIT
- Norman Joesoef Sosok Tepat untuk Wamenhan, Bawa Angin Segar bagi Industri Pertahanan
- Dorong Kemandirian Alkes Nasional, IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 Hadirkan Inovasi 9 Negara
- Ingatkan Akademisi soal Publikasi Ilmiah, Waka MPR: Jangan Kejar Tayang dan Asal Masuk
- Ratusan Organisasi hingga Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil
- Seusai Meraih Gelar Magister Hukum, Mikael Saragih: Tantangan Terbesar Indonesia Bukan Lagi Kekurangan Undang-Undang
- Tokoh Pemuda Alfian Akbar Bedah Otsus Papua di Buku Timika Menyala
JPNN.com




