Akademisi IAIN Gorontalo Sentil Konten Ferry Irwandi: Tak Peka dan Sarat Politisasi
jpnn.com, JAKARTA - Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo Sahmin Madina menyentil konten yang dibuat konten kreator Ferry Irwandi terkait situasi bencana di Sumatera khsususnya di Aceh Tamiang.
Dia menilai konten tersebut tidak peka terhadap penderitaan korban dan berpotensi mengandung muatan politisasi.
“Di tengah kondisi bencana, yang dibutuhkan masyarakat adalah empati dan solidaritas, bukan narasi provokatif yang justru memperkeruh suasana,” kata Sahmin, Minggu (7/12).
Menurutnya, pernyataan Ferry yang menyebut negara tidak hadir di lokasi bencana merupakan klaim terlalu jauh dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.
Ia menegaskan banyak unsur pemerintah, sukarelawan, hingga aparat yang telah turun membantu korban.
“Jangan membangun opini seolah-olah negara benar-benar abai. Itu tidak adil bagi mereka yang bekerja siang malam membantu masyarakat terdampak,” ujarnya.
Sahmin mengingatkan sebagai figur publik, konten kreator memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi ke publik.
"Narasi yang disampaikan harus berbasis data dan tidak mengedepankan emosi semata apalagi memicu kontroversi dan provokatif," katanya.
Sahmin Madina, akademisi IAIN Gorontalo menyentil konten Ferry Irwandi terkait situasi bencana di Sumatera khsususnya di Aceh Tamiang.
- Pemerintah dan TNI Kebut Perbaikan Jembatan Rusak Akibat Banjir di Aceh
- Safrizal Ditunjuk Pimpin Tim wilayah Pelaksana Satgas Percepatan Rehab-Rekon Aceh
- BNPB: 1.189 Korban Meninggal Akibat Banjir & Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar
- Megawati Tanya Kondisi Pendidikan Anak Terdampak Bencana di Aceh
- Universitas Mercu Buana Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana Sumatra
- Kirim Bantuan Tahap Kedua, Djony Bunarto: Astra Dukung Penanganan Pascabencana Sumatra
JPNN.com




