Aksi Napoleon Bisa Menjadi Preseden Munculnya Kasta Terendah di Penjara, Penista Agama

Aksi Napoleon Bisa Menjadi Preseden Munculnya Kasta Terendah di Penjara, Penista Agama
Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte (kanan). Ilustrasi Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha (ART) menilai aksi Irjen Napoleon Bonaparte menghajar Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri bisa menjadi preseden bagi munculnya kasta baru para narapidana di dalam penjara.

Tersangka penista agama Muhammad Kece dihajar Napoleon Bonaparte yang tak terima atas ulah YouTuber kontroversial itu melakukan penistaan terhadap agamanya.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa narapidana punya semacam kasta," kata Rachman Thana dikutip dari keterangannya, Selasa (21/9).

Alumnus Universitas Muslim Indonesia Makassar itu menyebut penjahat seksual berada di kasta terbawah.

"Konsekuensinya adalah dia dibikin porak-poranda begitu masuk ke dalam penjara," ucap senator yang beken disapa dengan inisial ART itu.

Sementara narapidana berkasta tertinggi, katanya, adalah napi politik.

"Mereka menjadi guru besar yang dihormati para napi lainnya," lanjut anggota Komite I DPD RI itu.

Nah, pria asal Sulawesi Tengah (Sulteng) itu menyebut aksi Napoleon jangan-jangan bakal menjadi preseden bagi munculnya kasta baru yang lebih rendah lagi daripada yang terendah, yaitu narapidana penistaan agama.

Abdul Rachman Thaha (ART) menyebut aksi Napoleon Bonaparte menghajar Muhammad Kece bisa memunculkan kasta penista agama di penjara.