Aktivitas Gunung Dukono Meningkat, Warga Diminta Waspadai Hujan Abu
jpnn.com, BANDUNG - Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, masih tinggi dan berstatus Level II atau Waspada.
Gunung api yang berada di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo itu kembali menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi magmatik eksplosif sejak akhir Maret 2026.
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan, berdasarkan pemantauan sejak 30 Maret 2026 tercatat telah terjadi 199 kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 50 hingga 400 meter dari puncak.
Erupsi terbaru terjadi pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT. Letusan tersebut disertai suara dentuman lemah hingga kuat.
"Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik," kata Lana dalam keterangannya.
Dia menjelaskan kolom erupsi teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi sekitar 10 ribu meter di atas puncak tinggi.
"Arah sebaran abu condong ke arah utara, sehingga perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik," ujarnya.
Menurut Lana, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat hingga aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.
PVMBG Badan Geologi mencatatkan peningkatan kembali aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera. Masyarakat diimbau menjauhi radius 4 km.
- Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Lagi, Lontarkan Abu Vulkanik Sampai 800 Meter
- Gunung Marapi Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2.000 Meter
- Gunung Semeru Erupsi Lagi, Tinggi Letusan Sampai 1.000 Meter
- Gunung Ibu Erupsi, Badan Geologi Memperluas Jarak Aman Sejauh 3,5 km
- NHM Kerahkan Tim Darurat, Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Dievakuasi
- Pangdam XV/Pattimura Terjun Langsung Bantu Korban Erupsi Gunung Dukono
JPNN.com




