Aktivitas Tambang di Gunung Slamet Merusak Lingkungan
jpnn.com, BANYUMAS - Aktivitas tambang di kaki Gunung Slamet yang masuk wilayah Desa Gandatapa, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merusak lingkungan.
Warga Kecamatan Sumbang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sumbang menolak aktivitas pertambangan.
Warga mendatangi area tambang yang berlokasi di perbatasan Desa Gandatapa dan Limpakuwus.
Kendati demikian aksi tersebut tidak diisi dengan orasi, melainkan pengecekan kondisi terkini lahan yang rusak akibat penambangan pasir hitam dan diakhiri dengan pemasangan spanduk penolakan aktivitas pertambangan di pagar maupun pintu masuk area tambang.
Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sumbang Eka Wisnu mengatakan penolakan tersebut merupakan bentuk solidaritas warga Sumbang terhadap masyarakat Desa Gandatapa yang merasakan langsung dampak aktivitas tambang.
Dalam hal ini, kata dia, aksi penolakan diwujudkan dengan pemasangan spanduk sebagai simbol sikap warga terhadap keberadaan tambang.
Dia menegaskan warga bukan menolak aturan atau kebijakan pemerintah, melainkan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari aktivitas pertambangan terhadap lingkungan dan keberlanjutan hidup generasi mendatang.
“Kami sifatnya bersolidaritas dengan warga Gandatapa pada khususnya untuk memasang spanduk yang pada intinya adalah menolak tambang, karena dampaknya sangat dirasakan, apalagi untuk generasi kita ke depan. Anak cucu kita semua bisa diwarisi bencana,” katanya.
Aktivitas tambang di kaki Gunung Slamet yang masuk wilayah Desa Gandatapa, Kabupaten Banyumas, merusak lingkungan.
- Mineral Strategis Indonesia Menjadi Mesin Pendongkrak Daya Saing Industri
- Tekan Tambang Emas Ilegal Muratara, Pemerintah Didesak Segera Lelang WIUP
- Lubang Bekas Tambang Menelan Korban Jiwa Lagi, Yulian Gunhar: Ini Bukan Kejadian Biasa
- Grup MIND ID Seimbangkan Aktivitas Tambang dengan Upaya Pelestarian Lingkungan
- Dari Lubang Tambang ke Kawasan Hijau, Reklamasi Jadi Kunci Pemulihan Ekologi
- Sikat Tambang Ilegal di Kolaka, Polda Sultra Sita 3 Ekskavator, Tahan 1 Tersangka
JPNN.com




