Selasa, 13 November 2018 – 01:04 WIB

Alasan Dolar Australia Sering Diperdagangkan

Kamis, 05 Juli 2018 – 12:00 WIB
Alasan Dolar Australia Sering Diperdagangkan - JPNN.COM

Mata uang dolar Australia (AUD) punya keistimewaan: salah satu mata uang yang paling banyak diperdagangkan di negara maju. Dan setiap harinya mata uang ini menjadi berita di dunia.

Nilainya yang naik, turun atau tetap stabil disebabkan berbagai faktor: mulai dari suku bunga di dalam negeri Australia hingga soal Donald Trump, yang menurut salah satu ahli keuangan tergantung "kejadian geopolitik yang terjadi".

Pergerakannya mempengaruhi kita semua - dan itu jauh lebih dalam daripada hubungan antara nilai tukar dan berapa banyak item dalam keranjang belanja online kami.

Mengapa sering diperdagangkan?

Australia adalah negara dengan ekonomi terbesar ke-13 di dunia, jadi agak mengejutkan jika mata uangnya berada di peringkat kelima mata uang dunia yang paling sering diperdagangkan.

Salah satu alasannya adalah karena Australia banyak melakukan perdagangan internasional.

"Australia menjual banyak bahan mentah seperti bijih besi dan batu bara," kata Richard Holden, seorang profesor ekonomi di Universitas New South Wales.

"Kita bahkan menjual banyak pendidikan, yang jadi industri ekspor ketiga terbesar."

Karenanya, menurut Profesor Holden, jadi alasan penting bagi bank di seluruh dunia untuk memegang cadangan dolar Australia dalam jumlah yang wajar.

Tak hanya itu, faktor lainnya adalah zona waktu.

Australia sudah memulai hari baru ketika Eropa dan Amerika Utara masih 'tertidur'. Mata uang diperdagangkan di Sydney, yang artinya AUD diperdagangkan secara sering.

"Ini menjelaskan peringkatnya yang agak tinggi sebagai mata uang yang paling banyak diperdagangkan," kata Dirk Bauer, seorang profesor akuntansi dan keuangan dari University of Western Australia.

Apa yang menentukan nilai AUD?

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi nilai dolar Australia hingga memiliki nilai tinggi di waktu tertentu.

Menuurt Adrian Rollins, penulis ekonomi dan kontributor majalah 'In The Black Magazine', faktor tunggal terbesar untuk jangka panjang adalah perbedaan suku bunga dengan negara lainnya.

"Jika suku bunga di Australia sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat, membuat investor tertarik menjual dolar AS untuk membeli AUD dan berinvestasi, katakanlah, dalam obligasi pemerintah Australia," kata Profesor Holden.

"Dan, tentu saja, menyebabkan mereka membeli dolar Australia, sehingga ada mengubah pasokan dan permintaan yang membuat nilai AUD naik."

Jika Anda mengikuti pergerakan AUD dalam 18 bulan, nilai mata uang ini telah bergerak seperti 'rollercoaster'.

"Dolar Australia sebenarnya adalah mata uang yang sangat tidak stabil," kata Profesor Holden.

Ada faktor lain yang juga berperan, seperti perekonomian Asia.

Rollins mengatakan banyak investor melihat dolar Australia sebagai "gambaran bagaimana Australia terpapar pasar Asia yang sedang berkembang."

"Sebagian karena AUD adalah mata uang yang sering diperdagangkan... sehingga cukup aman dan likuid untuk menggambarkan apa yang terjadi di pasar Asia," ujarnya.

Anda mungkin pernah mendengar AUD sebagai mata uang komoditas, karena nilainya juga bergerak seiring dengan harga sejumlah komoditas seperti emas, minyak, dan gas alam.

"Dalam hal sederhana jika harga bijih besi dan harga komoditas lainnya naik, dolar Australia akan naik. Dan jika harga minyak dan harga komoditas lainnya turun, maka dolar Australia akan mengikuti, dan itu membuatnya istimewa," kata Profesor Bauer.

Berdagang mata uang asing

Pergerakan nilai mata uang asing telah menjadi kesempatan bagi para pedagang valas, untuk membeli mata uang pada tingkat tertentu lalu menjualnya saat harganya naik, unutk meraup keuntungan yang besar.

Andrew Taylor adalah seorang pedagang valas, atau istilahnya 'forex trader', sekaligus direktur eksekutif Royal Financial Trading di Sydney.

Saat menentukan nilai mata uang dolar Australia, ia membuat tiga kategori untuk faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Ketiga kategori faktor tersebut adalah kebijakan makro, kebijakan mikro dan kebijakan moneter.

Kebijakan makro adalah "peristiwa politik besar yang terjadi dalam jangka waktu yang lama".

Dia mencontohkan faktor makro adalah peristiwa Brexit di Inggris, ketegangan soal nuklir Korea Utara, serta sejumlah tindakan oleh Trump sebagai sebuah perisitiwa geopolitik.

Pasar pun akan memiliki pandangan soal masa depan.

Jika perekonomian terlihat baik-baik, tidaklah terlalu beresiko.

"Modal investasi mulai mengalir masuk dan mengejar optimisme itu," kata Andrew

Di sisi lain menjadi "beresiko", jika banyak hal-hal negatif dan ketidakpastian di pasar. Dalam situasi seperti ini investor cenderung mencari aset berisiko rendah.

Faktor mikro lebih disebabkan oleh laporan yang dikeluarkan mingguan, bulanan, triwulanan dan tahunan. Ada banyak laporan-laporan tersebut dan menjadi tantangan bagi para pedagang valas adalah untuk menentukan laporan mana yang penting.

Andrew melihat data soal tenaga kerja, inflasi, manufaktur dan jasa, untuk melihat bagaimana ekonomi berjalan.

"Misalnya ... jika ada optimisme seputar pekerjaan dan pertumbuhan, orang-orang akan merasa ... nyaman untuk keluar dan meminjam dan membelanjakan uang, dan ini membantu mendapatkan gambaran pertumbuhan."

Ini juga yang akan menentukan kebijakan moneter, atau suku bunga.

Apakah nilai dolar yang turun jadi hal yang baik?

Nilai mata uang yang rendah menguntungkan para eksportir dan industri pariwisata lokal.

"Mengapa demikian? Karena harga barang-barang kita menjadi relatif lebih murah bagi mereka yang berada luar negeri untuk membeli ... dan ini bagus untuk eksportir kita," kata Profesor Holden.

"Saat satu dolar Australia bernilai 50 sen dolar Amerika Serikat, membuat turis asal Amerika lebih murah untuk makan di restoran mahal, atau bepergian keliling Australia, atau tinggal di hotel."

Di sisi lain, jika mata uang kita rendah makan akan jadi ancaman bagi banyak bisnis dan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa dalam dolar AS.

"Ketika dolar Australia jatuh ... para pemilik bisnis berinvestasi lebih sedikit," kata Profesor Holden.

Bagaimana masa depan AUD?

Seperti catatan ekonom Adrian Rollins, tidak pernah ada satu faktor yang menentukan nilai mata uang, termasuk dolar Australia.

"Selanjutnya kita akan melihat sejumlah faktor-faktor global dan ketidakpastian ... akan sangat besar berpengaruh pada bagaimana pergerakan dolar Australia ke depan."

Ketidakpastian itu, katanya, adalah hal-hal seperti kemungkinan perang dagang yang sangat merusak antara AS dan Cina, serta kecemasan atas iklim politik di Jerman.

"Dan masih ada luka dari peristiwa Brexit sebelumnya, dan bisa saja Korea Utara berulah kembali," tambah Adrian.

Meski Australia sudah melewati suku bunga jangka panjang yang berubah-ubah, 25 tahun pertumbuhan ekonomi dan peringkat ekonomi yang mencapai AAA, ada hal-hal di luar Australia yang tidak bisa dikendalikan. Dah hal-hal inilah yang akan memiliki dampak besar pada nilai AUD.

"Mungkin dolar AS akan terus memainkan perannya sebagai safe haven, yang kemungkinan menekan dolar Australia," kata Adrian.

Disadur dari laporan aslinya dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca disini.

 
SHARES
Komentar