Alasan Pemerintah Mempertahankan Batu Bara
“Saya putuskan, saya bilang batu bara jalan aja dulu. Ini bicara tentang survival mode. Kita bicara tentang efisiensi. Jangan kita korbankan rakyat kita dengan harga listrik yang besar,” kata dia.
Kementerian ESDM mencatat produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton. Realisasi tersebut turun 5,5 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar 836 juta ton, tapi masih melampaui target produksi tahun ini sebesar 739,6 juta ton.
Dari total produksi tersebut, sekitar 514 juta ton atau 65,1 persen disalurkan ke pasar ekspor. Sementara pemenuhan kebutuhan domestik atau domestic market obligation (DMO), baik untuk sektor kelistrikan maupun nonkelistrikan, mencapai sekitar 254 juta ton atau 32 persen dari total produksi.
Adapun sisa produksi yang dicadangkan sebagai stok batu bara hingga akhir 2025 tercatat sebesar 22 juta ton atau sekitar 2,8 persen dari total produksi nasional.(Antara/jpnn)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan pemerintah masih akan mempertahankan pemanfaatan batu bara untuk pembangkit
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Anwar Abbas: Ekspor SDA Indonesia Besar, tetapi Rakyat Masih Banyak yang Miskin
- Komut Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi dan Kelancaran Distribusi BBM di NTT
- Indelberg Energy Leadership Forum 2026, Kolaborasi untuk Kemandirian Energi Nasional
- Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli Kelas Menengah Pascakenaikan Harga Pertamax
- Optimalkan Kontribusi ke Negara, MIND ID Jalankan Peran Penggerak Hilirisasi
- Pemadaman Listrik Bergilir Karena Batu Bara Kurang? Begini Kata Bahlil
JPNN.com




