Alasan Purbaya Tidak Intervensi IHSG yang Babak Belur
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak menyiapkan strategi untuk menghadapi tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Sebab, menurut dia, fundamental ekonomi yang kuat bisa menjadi andalan untuk menopang pergerakan IHSG.
“Kalau dari saya sih enggak ada (intervensi). Yang penting fondasi ekonomi RI bagus dan akan membaik terus. Itu seharusnya menjadi landasan penilaian harga saham,” kata Purbaya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (4/6).
IHSG terus mengalami koreksi tajam pada perdagangan Kamis dengan penurunan lebih dari 4 persen.
Pada kesempatan sebelumnya, Purbaya mengungkapkan optimisme bahwa IHSG mampu berbalik menguat didukung oleh solidnya fundamental perekonomian.
Ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6), Purbaya menyebut berbagai indikator perekonomian bisa mendorong IHSG kembali bergerak positif.
Salah satunya yaitu inflasi pada Mei 2026 sebesar 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) yang masih dalam rentang target Bank Indonesia 2,5 plus minus 1 persen.
Selain itu, penerimaan pajak tercatat mencapai Rp 646,3 triliun per 30 April 2026, tumbuh sebesar 16,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak menyiapkan strategi untuk menghadapi tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
- Purbaya Bandingkan Besaran Utang Indonesia dengan AS dan Jerman, Oalah
- Utang Indonesia Hampir Rp 8.000 Triliun, Purbaya Sebut Masih Aman
- Skema yang Bakal Purbaya Pakai untuk Lunasi Utang Whoosh, Efektif?
- Utang Pemerintah Rp8.000 Triliun, Purbaya Bilang Masih Aman
- Strategi Purbaya Agar Pajak Tak Naik dalam Waktu Dekat
- Rupiah Gas Pol, IHSG Menghijau, Semua Terdampak The Fed
JPNN.com




