Alhamdulillah, 27 Ribu Warga Sumsel Keluar dari Garis Kemiskinan
jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat presentase penduduk miskin Sumatra Selatan pada Maret 2026 turun menjadi 9,50 persen, dibandingkan September 2025 yang masih berada di angka 9,85 persen.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto menyampaikan, penurunan tersebut setara dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 28,3 ribu orang dalam kurun enak bulan.
Wahyu menyebutkan pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin Sumsel tercatat 869,97 ribu orang, turun dari 898,24 ribu orang pada September 2025.
"Penurunan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Di perkotaan, jumlah penduduk miskin berkurang dari 310,56 ribu menjadi 297,24 ribu orang. Sementara di perdesaan, jumlahnya turun dari 587,68 ribu menjadi 572,73 ribu orang," sampai Wahyu, Rabu (5/8/2026).
Dar sisi presentase, kemiskinan perkotaan turun dari 8,91 persen menjadi 8,48 persen. Sedangkan di perdesaan turun dari 10,43 persen menjadi 10,13 persen.
Jika dilihat dalam satu dekade terakhir, tren penurunan juga terlihat cukup signifikan. Jumlah penduduk miskin Sumsel yang mencapai 1,10 juta orang pada Maret 2016, kini turun menjadi 869,97 ribu orang.
"Presentasenya juga turun dari 13,54 persen pada Maret 2016 menjadi 9,50 persen pada Maret 2026," ungkap Wahyu.
Wahyu menjelaskan di tengah penurunan jumlah penduduk miskin, BPS mencatat Garis Kemiskinan Sumsel pada Maret 2026 mencapai Rp 628.228 per kapita bulan.
BPS Provinsi Sumsel mencatat sebanyak 27 ribu warga di Sumatera Selatan keluar dari angka kemiskinan.
- DPR Apresiasi Upaya Dukcapil Memperluas Digitalisasi Perlindungan Sosial
- IBCSD & RTL Dorong Kolaborasi untuk Akeselerasi Ekonomi Sirkular di Indonesia
- Kisah Sukses Seblak Ngapak, dari Kos Kini Jadi Penopang Kuarga
- HNI Menyumbang Rp 963 M dari Total Transaksi Penjualan Langsung Nasional
- Ekonom Nilai B50 Bisa Menghemat Cadangan Devisa & Mendorong Transformasi Ekonomi
- GREAT Institute Menilai RAPBN 2027 Menunjukkan Arah Kebijakan Ekonomi, Diuji Dua Hal
JPNN.com




