JPNN.com

Alumni Kelompok Cipayung: Hentikan Politik Transaksional

Senin, 24 Juni 2019 – 08:25 WIB Alumni Kelompok Cipayung: Hentikan Politik Transaksional - JPNN.com

“Demokrasi menjadi sangat liberal dan sistem politik dikendalikan oleh kekuatan ekonomi. Para aktivis dan kader-kader penerus bangsa yang sudah digembleng selama bertahun-tahun seakan-akan tidak mempunyai arti apa-apa,” tegas Hamdan.

Ahmad Muqowam selaku Ketua IKA PMII dan Leonardo J Renyut sebagai penasehat Forkoma PMKRI juga mengkhawatirkan hal yang sama. Dalam dua dekade terakhir, politisi berkualitas yang biasanya lahir dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan Kelompok Cipayung semakin berkurang.

Untuk itu, perlu dilakukan sejumlah terobosan agar mekanisme kaderisasi dan seleksi kepemimpinan bangsa dikembalikan lagi pada koridor yang benar. Jika tidak, politisi yang akan terjun dalam dunia politik lebih memilih mencari uang sebanyak-banyaknya atau cukup menjadi populer saja.

Ketua PA GMNI Ahmad Basarah dan Ketua PNPS Febry C Tetelepta menegaskan bahwa kader-kader dari elemen Kelompok Cipayung sangat mengedepankan komitmen kebangsaan sesuai Pancasila. Mekanisme pembinaan dan kaderisasi tersebut seharusnya menjadi salah satu cara melahirkan pemimpin bangsa masa depan.

“Kelompok Cipayung menjadi garda terdepan dalam menjaga negara Pancasila. Para deklarator yang menegaskan Indonesia yang Dicita-citakan pada 47 tahun lalu telah meletakkan dasar-dasar kebangsaan yang sangat kuat,” ujar Basarah yang juga Wakil Ketua MPR.

Sudah saatnya, para kader Kelompok Cipayung ini harus semakin terlibatdalam meneruskan idealisme kebangsan dan komitmen kerakyatan. Adapun tawaran untuk mencegah politik di Indonesia semakin transaksional harus segera ditindaklanjuti.(fri/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...