Senin, 27 Mei 2019 – 18:10 WIB

Alumni Usakti Harus Punya Spirit Mengabdi

Minggu, 21 Mei 2017 – 22:35 WIB
Alumni Usakti Harus Punya Spirit Mengabdi - JPNN.COM

Prosesi wisuda Universitas Trisakti (Usakti) di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (21/5). Foto: Indopos

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Trisakti (Usakti) kembali mewisuda para mahasiswanya, Minggu (21/5). Kali ini, ada 2.362 mahasiswa Usakti yang diwisuda.

Jumlah wisudawan itu terdiri dari 29 mahasiswa program doktoral, 476 mahasiswa program magister, 1.564 mahasiswa program sarjana, 242 mahasiswa program diploma dan 51 wisudawan dari program peofesi. Prosesi wisuda digelar di Jakarta Convention Center (JCC).

Rektor Usakti Ali Ghufron Mukti dalam pidato sambutannya pada wisuda itu mengharapkan para alumni universitas swasta terbesar di Indonesia tersebut agar punya smangat untuk mengabdikan diri pada upaya mencari solusi atas persoalan-persoalan yang dihadapi negara. Untuk itu, ada  tiga etika utama atau Trikarma yang harus selalu dipegang.

Etika pertama adalah takwa, tekun dan terampil. Sedangkan etika kedua adalah asah, asih dan asuh. Adapun yang ketiga adalah satria, setia dan sportif. 
 
Menurut Ghufron, Usakti telah memasuki era baru seiring membaiknya tata kelola dan kelembagaan. “Pemerintah pun semakin berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, proses pembelajaran maupun kelembagaanya," ujarnya.

Ghufron menambahkan, Usakti juga bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan asing dan perusahaan multinasional untuk mencetak para wisudawan yang unggul di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Misalnya, melalui program beasiswa, pertukaran mahasiswa, hingga penelitian dan penyaluran ke dunia kerja.

Karenanya, mayoritas wisudawan pun sudah bersentuhan dengan dunia kerja. “Sebanyak 80 persen wisudawan hari ini telah mendapatkan pekerjaan sebelum lulus kuliah,” sebutnya.

Lebih lanjut Ghufron menjelaskan, Usakti termasuk penerima dana hibah terbesar dari Kemenristekdikti. Dana hibah itu dimanfaatkan untuk berbagai riset.

“Salah satunya adalah aplikasi antena televisi yang bisa menangkap lebih banyak saluran dan menghasilkan gambar yang lebih berkualitas. Selain itu riset obat kanker, penghalus kulit, dan bahan pengganti beras pun masih terus dikembangkan,” ujar dia.
 
Ghufron juga menyinggung para alumni Usakti yang kini menempati berbagai posisi strategis di pemerintahan ataupun korporasi. “Sehingga banyak yang memberi bantuan berupa hibah fasilitas maupun riset,” sebutnya.(rmn/indopos/jpg)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar