Ambisi Nuklir Australia dan Bersatunya Musuh-Musuh China

Ambisi Nuklir Australia dan Bersatunya Musuh-Musuh China
Perdana Menteri ke-30 Australia Scott Morrison. Foto: Reuters

jpnn.com, CANBERRA - Australia menempatkan dirinya dalam jaringan aliansi global baru yang berpusat di Indo-Pasifik, yang bertujuan melawan kekuatan militer dan pengaruh ekonomi China yang meningkat.

Aliansi pertahanan antara Canberra dan Washington yang terjalin selama 70 tahun telah mengikat Australia untuk ikut merespons serangan terhadap pasukan Amerika Serikat di Pasifik, menurut para analis.

Kemitraan pertahanan baru yang disebut AUKUS, bersama dengan AS dan Inggris untuk berbagi teknologi kapal selam bertenaga nuklir sangat penting tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan pencegahan Australia, tetapi juga memfokuskan Inggris di kawasan itu, kata Perdana Menteri Scott Morrison pada Jumat.

Morrison akan berkunjung ke Washington untuk menghadiri pertemuan tatap muka pertama para pemimpin Kuartet, yang beranggotakan India, Jepang, Australia, dan AS.

Ruang lingkup pembicaraan, yang mencakup kebebasan navigasi, teknologi kritis, dan pemulihan COVID-19, telah berkembang pesat sejak dihidupkan kembali.

Kelompok Kuartet dibekukan satu dekade lalu oleh Canberra karena keberatan China, mitra dagang terbesarnya, terhadap latihan angkatan laut kelompok itu.

Namun, pada 2021 Australia telah menjadi studi kasus bagi negara lain tentang potensi pemaksaan ekonomi China. Menteri keuangan negara itu baru-baru ini menyarankan kalangan pengekspor untuk tidak mengembangkan bisnisnya ke China karena tindakan Beijing yang menargetkan ekonomi Australia.

Dalam wawancara radio pada Jumat, PM Morrison mengatakan bahwa bertentangan dengan keberatan China, pengelompokan keamanan baru Australia ditujukan untuk menjaga stabilitas di kawasan itu.

Rencana Australia membangun armada kapal selam nuklir merupakan bagian dari rencana besar sekelompok negara rival China

Sumber Antara