Amerika Cabut Visa 6 Pelajar Asing yang Rayakan Pembunuhan Charlie Kirk
jpnn.com, WASHINGTON DC - Pemerintah Amerika Serikat mencabut visa 6 warga negara asing yang kedapatan membuat komentar di media sosial yang dianggap "merayakan" pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk, menurut Departemen Luar Negeri AS.
"Amerika Serikat tak punya kewajiban apapun untuk menyambut orang asing yang mengharapkan kematian terhadap seorang warga Amerika," kata Deplu AS melalui media sosial X pada Selasa.
Deplu AS menyatakan bahwa "warga asing yang memanfaatkan keramahtamahan Amerika sembari merayakan pembunuhan warga negara kami akan disingkirkan".
Identitas keenam WNA tersebut tidak diumumkan, namun masing-masing dari mereka diketahui berasal dari Argentina, Brasil, Jerman, Meksiko, Paraguay, dan Afrika Selatan.
Dalam kiriman mereka di media sosial X, Deplu AS membagikan tangkapan layar dari komentar-komentar warga negara asing tersebut dan menyatakan bahwa visa mereka telah dibatalkan.
Pengumuman tersebut disampaikan seusai Presiden AS Donald Trump menganugerahkan Medali Kebebasan secara anumerta kepada Charlie Kirk, yang ia sebut sebagai "pahlawan agung Amerika" dan "martir bagi kebebasan".
Charlie Kirk yang seyogianya berusia 32 tahun hari ini tewas ditembak pada 10 September lalu saat berdialog dengan mahasiswa di Utah Valley University di Kota Orem, 64 kilometer di selatan Salt Lake City, ibu kota negara bagian Utah.
Si terduga pelaku penembakan, Tyler Robinson (22), langsung ditangkap seusai kejadian dan saat ini masih ditahan. (ant/dil/jpnn)
Pemerintah Amerika Serikat mencabut visa 6 warga negara asing yang kedapatan membuat komentar di media sosial terkait pembunuhan Charlie Kirk
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Murka, China Ancam Batalkan Pertemuan Xi Jinping dengan Donald Trump
- Korut Meluncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur Seusai AS, Jepang, Korsel Latgab Militer
- Kurs Rupiah Hari Ini Dipengaruhi Data Keuangan Amerika Serikat
- Angka Penolakan Visa Pelajar ke Australia Mencapai Titik Tertinggi dalam 10 Tahun
- Data Terbaru Jumlah Tentara AS Tewas dan Luka-luka
- Pezeshkian Tegaskan Iran akan Terus Melawan hingga Agresor Benar-Benar Menyesal
JPNN.com




