Anak 6 Tahun Jadi Korban Kekerasan di Taman Jakarta Pusat, Legislator DKI Desak Polisi Usut Tuntas
jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Kasus perundungan ekstrem yang menimpa seorang anak di bawah umur di wilayah Jakarta Pusat mendapat sorotan tajam dari parlemen DKI Jakarta.
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta polisi tidak tinggal diam dan segera menyeret pihak yang bertanggung jawab ke ranah hukum.
"Ini bukan lagi candaan, bukan kenakalan biasa, dan tidak bisa dianggap sebagai tindakan iseng. Ini adalah kekerasan terhadap anak yang sudah melampaui batas kemanusiaan," kata Kenneth di Jakarta, Jumat.
Kenneth menilai, peristiwa tersebut bukan lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan bentuk kekerasan serius terhadap anak yang bisa mengancam keselamatan jiwa korban.
"Saya mengutuk keras tindakan perundungan yang menyebabkan seorang anak tersetrum listrik di Taman Kramat Pulo," ujarnya.
Menurut Bang Kent, sapaan akrab Hardiyanto Kenneth, tindakan kedua pelaku menunjukkan hilangnya rasa empati dan kepedulian terhadap keselamatan sesama.
Apalagi lanjut dia, korban merupakan anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dari lingkungan sekitarnya.
"Korban bisa kehilangan nyawa akibat perbuatan tersebut. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku kekerasan seperti ini," ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Kasus perundungan ekstrem yang menimpa seorang anak di bawah umur di wilayah Jakarta Pusat mendapat sorotan tajam dari parlemen DKI Jakarta.
- Ada Unjuk Rasa di 3 Lokasi Jakarta Pusat Hari Ini, 842 Personel Gabungan Disiagakan
- Ada Demo di 3 Titik Jakarta Pusat Hari Ini, 1.069 Personel Dikerahkan
- Begini Kondisi Siswa SMP Semarang yang Dikeroyok 3 Kakak Kelasnya
- Siswa SMP di Semarang Dikeroyok 3 Senior di Toilet Sekolah, Tubuh Penuh Memar
- Viral Perundungan Anak di Taman Bermain Jakarta, Begini Reaksi Cornelia Agatha
- Kebakaran di Cideng Jakpus, Satu Warga Meninggal Dunia, 5 Luka-Luka
JPNN.com




