Anak-Anak Penyintas Gempa di NTT Dapat Dukungan Psikososial

Anak-Anak Penyintas Gempa di NTT Dapat Dukungan Psikososial
Anak-anak penyintas gempa di NTT mendapat pendampingan psikososial untuk membantu memulihkan kondisi emosional. Foto: Baznas

jpnn.com, NUSA TENGGARA TIMUR - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas gempa bumi di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak mengatasi trauma dan memulihkan kondisi emosional setelah terdampak bencana gempa bumi.

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas Idy Muzayyad mengatakan dukungan psikososial penting diberikan kepada anak-anak selama berada dalam situasi darurat.

“Pendampingan psikososial ini sangat krusial agar anak-anak penyintas gempa dapat mengikis rasa cemas berlebih dan kembali ceria di tengah situasi darurat,” ujar Idy dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9).

Menurut Idy, penanganan penyintas bencana tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi mental, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

“Kami ingin memastikan seluruh hak anak-anak terdampak bencana tetap terpenuhi, termasuk hak mereka untuk mendapatkan rasa aman serta perlindungan jiwa,” tuturnya.

Hingga 31 Agustus 2026, Baznas mengerahkan 90 personel lapangan, tim Rumah Sehat Baznas, armada operasional, dan Pos Baznas Tanggap Bencana untuk membantu warga di enam kabupaten terdampak, yakni Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka.

Dalam operasi tersebut, Baznas telah mengoperasikan 53 pos layanan kemanusiaan. Bantuan yang disalurkan mencakup 52.550 porsi makanan, layanan dapur air sebanyak 3.500 cup per hari.

Anak-anak penyintas gempa di NTT mendapat pendampingan psikososial untuk membantu memulihkan kondisi emosional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News