Analis Sebut Penertiban Tambang Ilegal Pacu Produksi Timah Nasional

Analis Sebut Penertiban Tambang Ilegal Pacu Produksi Timah Nasional
PT Timah Tbk (TINS). Foto: Dok. PT Timah

Produksi logam timah meningkat menjadi 10.865 metrik ton, sedangkan penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, melonjak sekitar 85 persen dari 5.933 metrik ton.

Kenaikan volume tersebut turut mendorong kinerja keuangan. Pendapatan TINS mencapai Rp10,42 triliun pada semester I 2026, naik 147 persen dari Rp 4,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu. 

Laba bersih melonjak sekitar 805 persen menjadi Rp 2,71 triliun dari Rp 300 miliar.

Realisasi laba tersebut telah mencapai sekitar 169 persen dari target laba bersih TINS sepanjang 2026 sebesar Rp 1,61 triliun. 

Kinerja perseroan juga ditopang harga timah yang tinggi. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) pada semester I 2026 mencapai USD 50.319 per metrik ton, naik 56,7 persen dari USD 32.116 per metrik ton pada semester I 2025.

Perbaikan fundamental tersebut tercermin pada kapitalisasi pasar TINS. Pada Agustus 2025, kapitalisasi pasar perseroan berada di kisaran Rp7,6 triliun. 

Sementara pada Agustus 2026, kapitalisasi pasar TINS telah mencapai sekitar Rp 28,75 triliun.(era/jpnn)

Aktivitas pertambangan ilegal selama ini menjadi salah satu tantangan bagi produsen resmi dan membuat sebagian pasokan timah berada di luar rantai pasok resmi.


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News