Analisa LAPAN soal Hujan Disertai Angin di Depok, Badai Bakal Berlanjut?

Analisa LAPAN soal Hujan Disertai Angin di Depok, Badai Bakal Berlanjut?
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkap penyebab hujan disertai angin kencang yang terjadi di Depok, Jabar. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hujan disertai angin melanda Depok, Jawa Barat beberapa waktu terakhir.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkap penyebab hujan deras disertai angin kencang tersebut.

"Depok menjadi pusat pembentukan badai," ungkap LAPAN seperti dikutip dari situs lapan.go.id, Selasa (28/9).

Masih dilansir dari situs LAPAN, prediksi SADEWA menunjukkan Depok mengalami hujan badai pada 27-28 September.

Hal itu karena mekanisme pergerakan ke utara garis konvektif yang tumbuh dengan cepat pada sore hari di sepanjang selatan Jabar.

"Masyarakat diminta waspada karena Depok juga telah memasuki musm hujan pada awal Oktober dengan intensitas 258 mm/10hari berdasarkan KAMAJAYA-PRSTA," ungkap LAPAN.

Menurut keterangan resmi LAPAN, hujan badai terjadi pada 21, 24, dan 26 September 2021.

Hujan disertai angin itu umumnya dibangkitkan oleh penghangatan suhu permukaan laut di perairan barat daya Samudra Hindia dekat Jawa Barat (Jabar) dan Sumatra Selatan.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkap penyebab hujan disertai angin kencang yang terjadi di Depok, Jabar.