Analisis Andi Widjajanto soal Demokrasi Terpuruk & Publik Kian Tak Puas pada Prabowo
jpnn.com, YOGYAKARTA - Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) DPP PDI Perjuangan Andi Widjajanto menyebut keterpurukan demokrasi di Indonesia tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa.
Akademikus yang kondang dengan inisial AW itu mengatakan pelemahan demokrasi akibat pelegalan kekuasaan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Andi menyampaikan hal itu saat menjadi panelis utama dalam Session I: Anatomy of Democratic Backsliding in Southeast Asia pada Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) Conference 2026 di Yogyakarta, Jumat (4/9).
Dalam konferensi itu, AW mengungkit pelemahan demokrasi dalam pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui revisi undang-undang (UU) pada 2019, Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuat putusan tentang pencalonan pilpres dengan prosedur sendiri, hingga revisi UU TNI pada 2025 melalui legislasi normal.
"Pemilu tetap tepat waktu, partisipasi warga tinggi, dan pers bebas terbit. Tidak ada kekuasaan yang direbut secara paksa, everything was legalized. Hukum tidak lagi menjadi pembatas, melainkan alat kekuasaan," kata AW.
Senior Advisor LAB 45 itu juga menyoroti kondisi ekonomi tanpa syarat atau money without condition di Asia Tenggara serta rasio pajak Indonesia yang sangat rendah, yakni sekitar sepuluh persen dari produk domestik bruto (PDB). Kondisi tersebut, menurut AW, membuat pemerintah merasa tidak perlu mendengarkan aspirasi warga.
Dalam sesi tanya jawab yang dimoderatori Trinity Pham selaku Strategic Advisor Viet Tan Vietnam, Andi membeberkan dinamika koalisi politik setelah Pemilu 2024 yang cair dan enigmatik.
Menurut AW, pasca-pemilu itu terbentuk koalisi raksasa setelah pemilu tetapi akumulasi kekuasaan yang besar mengalami anomali di mata publik.
Kepala Badan Riset PDIP Andi Widjajanto menyebut koalisi raksasa setelah pemilu tak bisa menguatkan angka kepuasan publik ke pemerintah.
- Sampaikan Harapan untuk Jenderal Suyudi, ART Singgung Istilah Parcok Era Jokowi
- Indonesia-Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina
- Bisa Jadi Jokowi Marah kepada Prabowo yang Tak Membela Gibran soal Ijazah
- Kawal Pesawat Kepresidenan Mesir, 4 Jet Tempur RI Flypast di Halim
- Weda Bay
- Jokowi Tak Tegas soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Berkata Begini
JPNN.com




