Ancam Tindak Pengusaha Tambang Nakal, Luthfi: Saya Tidak Peduli di Belakangnya Ada Siapa
Maka dari itu, Luthfi mengingatkan kepada bupati dan wali kota di wilayah tersebut untuk meningkatkan pencegahan, pengawasan, dan penertiban tambang yang melanggar aturan.
"Pengawasan itu perlu dilakukan mulai dari pengurusan izin, saat operasional, hingga pascapenambangan," ungkap mantan Kapolda Jawa Tengah, itu.
Menurut dia, keseimbangan antara pelestarian alam dan eksplorasi SDA harus menjadi perhatian seluruh pihak.
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk wartawan, ikut terlibat dalam fungsi pengawasan.
"Jangan sampai ada oknum yang melakukan eksplorasi wilayah kita dengan cara merusak alam," katanya.
Luthfi juga meminta Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan seluruh dinas terkait di kabupaten/kota harus tegas dalam memberikan perizinan dan pelestarian alam.
Termasuk, pada saat awal mengurus perizinan, pengusaha harus menyertakan kesiapan dana untuk konservasi alam pascatambang.
Mitigasi dan jaminan reklamasi atau konservasi lingkungan harus dipenuhi.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengancam akan menindak tegas pengusaha tambang nakal di wilayahnya. Luthfi tidak peduli ada siapa di belakang pengusaha itu.
- Jateng Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Gubernur Luthfi Bidik Transfer Teknologi dan Investasi
- KPK Periksa Notaris/PPAT Terkait Gratifikasi Batu Bara Kukar
- Event Lari di Jateng Menjamur, Kesadaran Hidup Sehat Warga Tumbuh Subur
- Hilirisasi Tembaga MIND ID Grup Diapresiasi, Kontribusi ke Negara Diproyeksikan Rp 120 T
- Taj Yasin Pastikan TMMD di Jateng Jangkau Desa Terpencil, Buka Akses & Peluang Ekonomi
- 2 Tahun Didampingi Pemprov Jateng, Desa di Kebumen Ini Mulai Bangkit dari Kemiskinan
JPNN.com




