Anies Gaet Elite, Survei JRC: 70 Persen Warga Minta Interpelasi

Anies Gaet Elite, Survei JRC: 70 Persen Warga Minta Interpelasi
Massa aksi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Untuk Keadilan (Formula) melakukan unjuk rasa di gedung KPK, Jakarta, Senin (13/9/2021). Dalam aksi tersebut mereka mendesak KPK untuk mengusut kejanggalan laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta sebagai pelaksana Formula E. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah fraksi di DPRD DKI Jakarta sudah menyatakan bakal menolak usulan interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan terkait skandal ajang balap mobil listrik Formula E.

Namun, sikap para wakil rakyat itu ternyata bertolak belakang dengan keinginan sebagian besar warga ibu kota.

Temuan survei yang dilakukan Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan dukungan terhadap interpelasi yang digalang PSI dan PDIP itu mencapai angka 70,8 persen.

“Dengan kuatnya dukungan dari mayoritas publik DKI Jakarta, sangat mungkin penggunaan hak interpelasi terkait program Formula E akan terealisasi,” kata Direktur Komunikasi JRC Alfian P di Jakarta, Sabtu (18/9).

Seperti diketahui, Anies telah mendapat dukungan tidak resmi dari 7 fraksi yang ada di DPRD DKI. Dukungan itu didapatnya setelah mengumpulkan para petinggi partai tingkat lokal di rumah dinas gubernur beberapa waktu lalu.

Anies berdalih bahwa interpelasi bukan hal yang penting, dan lebih memilih fokus menangani pandemi demi keselamatan warga.

Menurut Alfian, besarnya dukungan terhadap interpelasi tak lain karena adanya uang rakyat yang sudah digunakan Pemprov DKI untuk membayar commitment fee.

Melalui forum interpelasi, diharapkan Anies Baswedan dapat menjelaskan penggunaan anggaran tersebut.

Hasil survei membuktikan dukungan sejumlah elite DPRD DKI kepada Anies Baswedan bertolak belakang dengan suara rakyat