APINDO-KSPSI Desak Perombakan Rezim Perdagangan demi Perkuat Ekonomi Domestik
jpnn.com, JAKARTA - Indonesia dinilai perlu segera melakukan perombakan total pada rezim perdagangan dan industri untuk memperkuat sistem ekonomi domestik.
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Sosial APINDO-KSPSI yang digelar di Jakarta, Rabu (14/1).
Para pelaku industri dan serikat pekerja sepakat bahwa penguatan pasar dalam negeri adalah kunci kemandirian bangsa di tengah tekanan ekonomi global.
Indonesia dianggap memiliki modal yang cukup, mulai dari pasar yang luas hingga tenaga kerja berkualitas.
Ketua Umum KSPSI, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa Indonesia harus percaya diri pada kemampuan domestik.
Dia menyoroti lima syarat utama kekuatan ekonomi, pasar dalam negeri, pelaku industri idealis, tenaga kerja berkualitas, bahan baku melimpah, dan moda kapital.
“Jangan sampai kelima syarat itu belum dieksplorasi dengan optimal sudah langsung berasing-asing ria, apalagi berupa impor produk jadi. Jika ada kekurangan barulah kita berpikir tentang asing,” ungkap Jumhur.
Dialog ini menggarisbawahi bahwa perombakan rezim perdagangan sangat mendesak agar ekonomi domestik lebih mandiri.
APINDO-KSPSI desak perombakan total rezim perdagangan demi memperkuat ekonomi domestik
- Menko Pangan Zulhas Targetkan 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Terbangun Tahun Ini
- Transisi Energi dan Kepercayaan Publik
- Perkuat Sinergi, Federasi Serikat Pekerja Penerbangan Resmi Bergabung dengan KSPSI
- Purbaya Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6% Tahun Ini, Optimistis?
- DPR dan Pemerintah Targetkan UU Ketenagakerjaan Baru Rampung Oktober 2026
- Gelar Diskusi Ekonomi, PDIP Beri Masukan Konstruktif Buat Presiden Prabowo
JPNN.com




