APKASI Imbau Para Bupati Segera Bentuk Satgas MBG
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa anggota Satgas MBG diharapkan mampu menjalin kolaborasi yang efektif antara berbagai instansi pemerintah, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan dinas terkait di daerah.
"Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat sangat diperlukan untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran," jelasnya.
Salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan MBG adalah keragaman geografis Indonesia.
Banyak daerah, terutama di kepulauan atau wilayah pegunungan, yang membutuhkan pendekatan berbeda dalam distribusi makanan bergizi.
Menurut Bursah, anggota Satgas harus memiliki fleksibilitas dalam merancang solusi yang sesuai dengan kondisi setempat.
"Sebagimana arahan Bapak Mendagri, tidak semua daerah bisa diseragamkan pelaksanaannya. Daerah terpencil atau kepulauan memerlukan kebijakan yang lebih spesifik, seperti penentuan lokasi dapur MBG yang memperhitungkan jarak dan distribusi yang efisien," tegas Bursah.
Pengawasan
Bursah juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi dalam upaya menyukseskan program MBG.
APKASI menilai salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan MBG adalah keragaman geografis Indonesia
- Tiga SPPG di Bandung Masuk Pengawasan Khusus, Pemkot Beri Waktu 2 Pekan
- Gibran Minta Dokter Pribadi Tinggal Sementara di Karo Dampingi Siswa Keracunan MBG
- Minta Maaf, Gibran Besuk Korban Keracunan MBG di Karo
- Ahli Sebut Memperkuat Pengawasan dari Dapur hingga Sekolah Jadi Kunci Perbaikan MBG
- Badan Gizi Nasional Diminta Tunda Sementara Program MBG untuk Petakan Kebutuhan Daerah
- Perbarui Sasaran Penerima MBG, BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan
JPNN.com




