Apresiasi Terbitnya PMA Ditjen Pesantren, HNW: Kami Tunggu Tindak Lanjut Konkretnya
HNW menilai, terbitnya PMA Nomor 16 Tahun 2026 yang menjelaskan struktur Ditjen Pesantren terdiri dari Direktorat Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal, Direktorat Ma’had Aly, Direktorat Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Non Formal, serta Direktorat Pemberdayaan Pesantren, sudah sejalan dengan amanat UU Pesantren yang menempatkan pesantren dalam fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
HNW mengingatkan agar Ditjen Pesantren betul-betul adil dan mengayomi seluruh tiga jenis pesantren yang masuk dalam pengaturan UU Pesantren, yakni Pesantren yang mengkaji kitab kuning (Tradisional), Pesantren dengan sistem Muallimin (Modern), dan Pesantren yang memadukan Ilmu Umum dan Agama.
Dia pun mengusulkan agar struktur Ditjen Pesantren sudah mengakomodasi secara adil tiga jenis pesantren yang diakui oleh UU Pesantren Pasal 5 Ayat (1).
"Kemudian program awal Ditjen Pesantren nantinya perlu membuat forum bersama lintas pesantren dari tiga jenis pesantren yang diakui UU Pesantren, semacam Mudzakarah dunia Pesantren, untuk menggali aspirasi dan kebutuhan mereka, sehingga rencana kerja yang disusun oleh Ditjen Pesantren bisa tepat dan bermanfaat. Selain orientasi untuk memperjuangkan pemisahan Anggaran Abadi Pesantren dari Anggaran Abadi Pendidikan,” pungkasnya. (mrk/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengapresiasi terbitnya PMA Nomor 16 Tahun 2026 yang mengatur pembentukan Ditjen Pesantren, begini harapannya
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi
- Manfaatkan Masa Reses, Misbakhun Gandeng LPS Gelar Literasi Keuangan di Pesantren
- Ketua Kelompok DPD RI di MPR: Jangan Jerat Anak Miskin dengan Angka Desil
- PKB Award 2026 untuk Apresiasi Santri dan Pesantren
- Danone Indonesia Dorong Akses Air Bersih & Sanitasi di Pesantren melalui Kolaborasi Lintas Sektor
- Tanah Pesantren Dibeli Rp 210 Juta, Sertifikat Disebut Masih Atas Nama Wali Kota Pagaralam
- Budi Muliawan Ajak Generasi Muda Cianjur Kenali Filosofi Ngaos, Mamaos, dan Maenpo
JPNN.com




