Aptrindo Sebut Kebijakan Truk ODOL di Jabar Membingungkan Pengusaha
jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM bakal menerapkan pelarangan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) di Jawa Barat mulai 2 Januari 2026.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Agus Pratiknyo menilai tujuan KDM itu sebenarnya baik, karena ingin menyelesaikan kerusakan-kerusakan jalan di Jawa Barat.
Namun, kebijakan itu jelas sangat membingungkan para pelaku usaha.
Pasalnya, dia, permasalahan terkait ODOL ini masih digodok di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah.
“Penyelesaian masalah ODOL ini kan masih digodok, dan kita juga sudah dimintai masukan terkait masalah ODOL ini. Tetapi, kok tiba-tiba KDM membuat kebijakan sendiri lagi. Ini kan membingungkan pelaku usaha,” ujarnya.
Kemenko Infrastruktur dan Kemenko Perekonomian saat ini juga tengah membahas solusi terkait dampak pemberlakukan zero ODOL terhadap potensi kenaikan biaya logistik dan harga barang.
Seperti diketahui, pelaku usaha dan sopir truk memprediksi bahwa biaya angkut barang akan meningkat, karena mereka harus menggunakan lebih banyak truk untuk mengangkut jumlah muatan yang sama, atau melakukan penyesuaian dimensi kendaraan.
Kenaikan biaya logistik ini dapat berdampak pada naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok dan bahan bangunan di pasaran, yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM bakal menerapkan pelarangan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) di Jawa Barat mulai 2 Januari 2026.
- IPC TPK Panjang Tambah Kapasitas Bongkar Muat dengan QCC Post Panamax
- Herman Deru Dukung Integrasi Tol Menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Investasi Capai Rp 26 Triliun
- Dedi Mulyadi Didesak Buka Tambang di Bogor, Jawabannya Tegas
- Perkuat Sinergi, Pelindo Dorong Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
- Dorong Logistik Ramah Lingkungan, Modena Ubah Armada Mologiz dari Diesel ke EV
- RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp900 Miliar
JPNN.com




