JPNN.com

Arah Pendidikan Indonesia Jangan Hanya Gimik dan Slogan

Kamis, 09 Juli 2020 – 06:24 WIB
Arah Pendidikan Indonesia Jangan Hanya Gimik dan Slogan - JPNN.com
Ilustrasi anak sekolah. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pustakapedia menggelar webinar dengan mengangkat isu pendidikan dengan tema 'Arah pendidikan kita: Mas Nadiem mau ke Mana?' pada Selasa (7/7) lalu.

Pakar Kebijakan Publik UGM Prof. Wahyudi Kumorotomo, Pakar Pendidikan Doni Koesoema, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim, Editor in chief Pustakapedia David Krisna Alka, CEO Pustakapedia Akhmad Muzambik, dan dipandu Editor Senior Andriansyah Syihabuddin.

Muzambik, CEO Pustakapedia, dalam sambutannya mengatakan bahwa pendidikan mesti bersifat transformatif. Arah transformasi pendidikan tentu saja mengarah pada kemajuan berbagai bidang seperti ekonomi, sosial,politik dan sebagainya.

Sedangkan bagi peserta didik, transformasi akan mengarah pada perkembangan tiga aspek yakni kognitif, afektif dan psikomotorik di mana ketiga aspek tersebut dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan.

Sedangkan Doni Koesoema menegaskan bahwa Ki Hajar Dewantara sudah dengan jelas dalam memberikan gambaran tentang manusia merdeka.

Manusia merdeka, setidaknya memiliki 3 (tiga) sifat yaitu mandiri atau berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain secara lahir dan batin dan bersandar pada diri sendiri yang berarti tumbuhnya sikap kepercayaan diri.

Menurut Doni, jika kita konsisten dengan gagasan manusia merdekanya Ki Hajar Dewantara maka hal ini bisa menjadi panduan bagi kebijakan pendidikan kita.

"Sayangnya, konsep merdeka ala Mas Menteri Nadiem baru berkutat pada hal administratif" kata Doni.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil