Arema Abaikan Kegagalan Marcos Santos, Ini Alasan Manajemen Tak Memecatnya
Untuk itu, manajemen memilih melanjutkan proyek yang sudah berjalan ketimbang kembali memulai dari nol dengan pelatih baru.
"Kami memutuskan mempertahankan Marcos Santos dan Andre Caldas karena melihat ada fondasi yang sudah dibangun dan perlu dilanjutkan agar proses pengembangan tim berjalan lebih baik," ujar Yusrinal.
Dijelaskannya, sepanjang musim tidak ada persoalan internal yang mengganggu tim.
Marcos dianggap sukses menjaga hubungan antarpemain tetap harmonis dan menciptakan suasana kerja yang kondusif di ruang ganti.
Keputusan ini sekaligus menunjukkan perubahan arah kebijakan Arema.
Jika sebelumnya Singo Edan dikenal cukup sering berganti pelatih saat hasil tim tidak memuaskan, kini manajemen lebih memilih memberi waktu bagi pelatih untuk menyelesaikan proses pembangunan tim.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk kepercayaan terhadap kemampuan Marcos dalam memahami karakter kompetisi Indonesia.
"Dia sudah memahami kompetisi di Indonesia. Jadi, sudah tahu kebutuhan pemain dengan karakter seperti apa yang cocok untuk tampil apik di Super League,” pungkasnya.
Arema FC memutuskan mempertahankan pelatih Marcos Santos. Manajemen menganggap pelatih asal Brasil itu berhasil membangun fondasi tim.
- STY Garansi Persija Bakal Mengamuk di Laga Kontra Persib
- Terinspirasi Arsenal, Arema FC Sulap Bola Mati Jadi Senjata Mematikan
- Cetak Gol Perdana, Struick Siap Bangkit bersama Dewa United
- Marcos Santos Ungkap Fakta di Balik Kemenangan Telak Arema FC
- 2 Pemain Baru Langsung Gacor, Marcos Santos Sebut Arema FC Tak Salah Pilih Pemain
- Arema FC Pesta Gol di Kanjuruhan, Isenmulang Kalteng FC Jadi Korban Perdana
JPNN.com




