Arsitek Narasi di Balik Ruang-Ruang Pemberdayaan Perempuan
jpnn.com, JAKARTA - Kebutuhan akan kemampuan komunikasi yang efektif serta ruang komunitas yang suportif bagi perempuan makin mengemuka di tengah derasnya arus informasi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Alika Academy dan komunitas Bestie Till Jannah (BTJ) menghadirkan berbagai program pemberdayaan di bawah kepemimpinan Alia Karenina.
Alia menjelaskan bahwa kedua inisiatif itu dirancang untuk memperkuat kapasitas perempuan, baik melalui pelatihan komunikasi strategis maupun lewat dukungan emosional dan edukasi komunitas.
“Pendekatan ini menunjukkan komunikasi bukan hanya tentang pesan, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan individu dan komunitas,” ujar Alia di Jakarta, Senin (19/1).
Latar belakang Alia sebagai lulusan Teknik Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi fondasi bagi pendekatan strategis yang ia terapkan dalam merancang sistem komunikasi.
Keahlian dalam pemetaan, perencanaan, dan desain sistem diterjemahkan menjadi kerangka komunikasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Melalui Alika Communication, strategi tersebut dikembangkan menjadi layanan komunikasi lintas sektor.
Alia menyebut pendekatan yang dibangun menempatkan komunikasi sebagai elemen penting untuk memastikan pesan klien tersampaikan secara efektif dan memiliki dampak yang terukur.
Arsitek Narasi membangun strategi komunikasi dan komunitas yang memperkuat ruang pemberdayaan perempuan.
- Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Jadi Ciri Khas PNM
- 2.269 Kasus Kekerasan Perempuan di Jakarta Sepanjang 2025
- Komitmen Ahmad Luthfi Memberdayakan Perempuan Jateng Lewat Kecamatan Berdaya
- Berhadiah Rp1,5 Miliar, BTN Housingpreneur 2025 Bidik 1.500 Peserta Inovator Muda
- OGRA 2025 Rayakan Arsitektur yang Berkelanjutan dan Ekspresif
- BPW Indonesia dan KemenHAM Perkuat Peran Aktif Wanita di Kancah Global
JPNN.com




