Ary Ginanjar: Sekolah Rakyat Langkah Strategis Wujudkan Generasi Emas 2045
jpnn.com, JAKARTA - Pendiri ESQ Corp. Ary Ginanjar Agustian mengapresiasi kehadiran Sekolah Rakyat sebagai inovasi pendidikan inklusif yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Sekolah ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tanpa tes akademik awal bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan.
Ary menilai inisiatif tersebut sebagai terobosan penting dalam menjawab kesenjangan pendidikan nasional.
Dia menyebut tantangan Sekolah Rakyat terletak pada kemampuannya menemukan potensi terbaik setiap anak.
“Tantangannya tentu tidak mudah. Justru karena tanpa seleksi, maka sistemnya harus mampu menemukan bakat tersembunyi dan potensi terbaik dari setiap anak,” ujar Ary, Jumat (4/7).
Dia juga menyoroti pentingnya metode pembelajaran yang tepat untuk mendampingi sistem tanpa seleksi ini.
Ary mendorong penggunaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) melalui tools seperti Talent DNA guna memetakan gaya belajar, arah karier, dan kebutuhan emosional siswa sejak dini.
Sebagai bentuk dukungan, Ary menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Ketua Tim Formatur Prof. Moh. Nuh yang dianggap telah mewujudkan sistem pendidikan berbasis karakter dan potensi.
Ary Ginanjar puji Sekolah Rakyat sebagai terobosan pendidikan inklusif untuk Generasi Emas 2045
- Siswa SD Bunuh Diri di Ngada NTT, Atalia Praratya DPR Dorong Penguatan Sekolah Rakyat
- Ingin Sekolah Rakyat & Garuda Dilengkapi Fasilitas Olahraga, Menpora Siapkan Koordinasi Lintas Kementerian
- Di Hadapan Prabowo, Mensos Laporkan Penggunaan Talent DNA ESQ untuk Pemetaan Potensi Siswa
- Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo: Target 500 di 2029, Insyaallah Tercapai
- 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Beroperasi, Presiden Prabowo Keluarkan Instruksi Penting
- Dorong Pemerataan Pendidikan Nasional, BNI Perkuat Dukungan Program Sekolah Rakyat
JPNN.com




