AS Berikan Tarif Impor 0 Persen untuk Produk Tekstil dan Garmen Asal Indonesia
Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun mendatang.
"Indonesia merencanakan untuk mengembangkan ekspor industri tekstil dari sekitar 4 miliar ke 40 miliar UD Dolar dalam 10 tahun, jadi saya pikir pembukaan pasar ini sangat perlu untuk industri Indonesia," jelasnya.
Kesepakatan itu merupaman hasil proses negosiasi intensif sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS pada April 2025.
Awalnya Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen oleh AS. Setelah proses negosiasi, disepakati tarif resiprokal 19 persen sebagai dasar. Namun, Indonesia mengamankan tarif 0-10 persen untuk produk tertentu melalui perjanjian. (mcr4/jpnn)
Dalam perjanjian tersebut, AS memberikan tarif impor nol persen untuk produk tekstil dan pakaian jadi asal Indonesia.
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi
- Indonesia-Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina
- Pengamat: Bisa Jadi Jokowi Marah kepada Prabowo yang tak Membela Gibran Soal Ijazah
- Kawal Pesawat Kepresidenan Mesir, 4 Jet Tempur RI Flypast di Halim
- Weda Bay
- Jokowi Tak Tegas soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Berkata Begini
- Anak Buah Bahlil Sebut Putusan MK Tak Bisa Dipakai Memakzulkan Gibran
JPNN.com




