AS & Israel Bombardir Iran, Misbakhun Dorong Skenario Fiskal Kontingensi
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mendorong pemerintah menyiapkan respons kebijakan konkret menyusul eskalasi serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dia menekankan pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang dapat meredam potensi tekanan ekonomi nasional, terutama pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
Menurut Misbakhun, eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan negara-negara kunci dalam rantai pasok energi global berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan volatilitas pasar keuangan jika tidak diantisipasi.
Dia menegaskan hal tersebut dapat membebani subsidi energi dalam APBN, serta mendorong kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri.
“Momentum Ramadhan selalu identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Jika pada saat yang sama harga energi global melonjak dan nilai tukar berfluktuasi, maka tekanan terhadap inflasi domestik akan semakin terasa," kata Misbakhun, dikutip Senin (2/3).
Misbakhun menegaskan Kementerian Keuangan perlu segera menyiapkan skenario fiskal darurat yang realistis.
Adapun di antaranya termasuk kemungkinan penyesuaian postur belanja negara, apabila harga minyak dunia bertahan di level tinggi.
Misbakhun menilai penguatan cadangan fiskal dan penajaman prioritas belanja menjadi langkah penting, sehingag ruang APBN tetap terjaga tanpa mengorbankan program perlindungan sosial.
Serangan AS–Israel terhadap Iran, Misbakhun mendorong pemerintah mengaktifkan skenario diskal kontingensi.
- Eskalasi AS-Iran Memanas, Pakar Ekonomi Dorong RI Mitigasi Jalur Distribusi Energi
- Jerman Tolak Wacana Penerapan Tarif Kapal di Selat Hormuz
- AS Blokade Pelabuhan Iran, Pakar Tekankan Pentingnya Diplomasi Energi
- Blokade AS ke Iran Berpotensi Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
- Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketegangan, FIFA Tetap Beri Lampu Hijau untuk Iran
- Lebih 20 Kapal Komersial Melintasi Selat Hormuz Meski Ada Blokade AS
JPNN.com




