ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia
jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia (ASKLIGI) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan.
Data Cek Kesehataan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi.
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% penduduk memngeluhkan sakit gigi, namun hanya 11,2% yang mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan gigi.
Kemudian saat ini terdapat 2.667 puskesmas atau 26,2% dari seluruh puskesmas di Indonesia tidak ada dokter gigi.
Pernyataan tersebut mengemuka dalam siaran pers ASKLIGI mengenai program kerja hasil Rapat Kerja Nasional pada 2 Mei 2026.
Pada Rakernas tersebut ditetapkan program kerja untuk turut serta mengatasi permasalahan kesehatan gigi nasional secara mendasar serta konseptual.
ASKLIGI akan menumbuhkan kesadaran bahwa selain perlu melaksanakan perawatan, namun untuk mereduksi besarnya permasalahan, maka prioritas harus pada promosi kesehatan gigi serta pencegahan penyakit gigi.
Selanjutnya disampaikan, bahwa dalam pelaksanaan program ASKLIGI sangat mengapresiasi arahan dari BPJS Kesehatan pada pembukaan Rakernas.
ASKLIGI dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan.
- Sambut HUT RI, SMART Dental Ajak Masyarakat Merdeka Tersenyum
- Ribka: Pemerintah Pusat-Daerah Harus Bertanggung Jawab Atas Intimidasi dr Icha
- Dokter Muda di NTT Akhiri Hidup Diduga Akibat Intimidasi, Ketua DPD RI Sultan Sampaikan Duka Cita Mendalam
- Darurat Konsumsi Gula Jadi Ancaman Kesehatan Gigi Masyarakat
- Cerita Pengalaman Michelle Ziudith Soal Perawatan Gigi
- Ekspansi Jaringan, Klinik JNJ Hadirkan Perawatan Berbasis Digital dan Green Dentistry
JPNN.com




