AstraZeneca Serukan Penguatan Ekosistem Navigasi Pasien untuk Layanan Kesehatan Berkelanjutan
jpnn.com, JAKARTA - AstraZeneca Indonesia memperingati Hari Kanker Paru Sedunia dengan menekankan pentingnya penguatan ekosistem layanan navigasi pasien yang terintegrasi, dan berdampak agar proses diagnosis, rujukan, dan pengobatan dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.
Penguatan ekosistem ini menjadi bagian penting dari upaya pengendalian kanker sekaligus investasi untuk membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Kanker paru masih menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia.
Di Indonesia, kanker paru juga merupakan salah satu kanker dengan angka kematian tertinggi, sehingga memperkuat kebutuhan akan sistem layanan yang mampu mendeteksi kanker lebih dini, mempercepat proses diagnosis, dan memastikan pasien segera mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan.
Layanan navigasi pasien merupakan layanan pendampingan dan koordinasi yang membantu pasien, keluarga, dan care giver melewati seluruh proses penanganan kanker, mulai dari skrining, diagnosis, rujukan, pengobatan, hingga tindak lanjut setelah terapi.
Navigator pasien membantu mengatasi berbagai hambatan yang sering kali dialami pasien, seperti kurangnya informasi, proses administrasi yang rumit, kendala transportasi, biaya, maupun kebutuhan dukungan psikologis.
Bagi pasien kanker, layanan ini dapat membantu mereka memahami hasil pemeriksaan dengan lebih baik, mengatur jadwal kontrol, menghubungkan dengan tenaga kesehatan yang tepat, serta memastikan proses pengobatan tidak tertunda.
Pasien sering kali harus melalui proses rujukan, pemeriksaan, dan penjadwalan pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan.
Dalam salah satu studi yang dirangkum dalam dokumen tersebut, keberadaan navigator pasien dikaitkan dengan pengurangan rata-rata hampir 20 hari dari temuan awal foto toraks hingga dimulainya pengobatan.
Bagi Indonesia, penguatan layanan navigasi pasien perlu menjadi bagian dari upaya membangun sistem layanan kanker yang lebih terintegrasi.
- Survei: 72 Persen Gen Z Indonesia Makin Aktif Jaga Kesehatan
- Gunungkidul Endemik Antraks, drh. Mirjawal Ingatkan Bahaya Tradisi Brandu
- Dari i3L ke University of Melbourne, Gio Fidelito Tekuni Riset Metabolisme dan Kanker
- Hansaplast Perkenalkan Inovasi Serta Keunggulannya
- Wujudkan Tempat Kerja Sehat dan Berkelanjutan, Prodia Dorong Perusahaan Kelola Risiko Psikososial
- Prudential Indonesia Ajak Masyarakat untuk Periksa Kesehatan Secara Berkala
JPNN.com




