Aturan Larangan Media Sosial Indonesia Tuai Kritik dan Pujian Dari Anak dan Orang Tua
Keputusan Indonesia untuk melarang media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun telah membuat influencer remaja Charissa Putri Chandra Kirana, akrab disapa Cha-Cha, patah hati.
"Bisa gitu pemerintah tuh jahat gitu loh kadang-kadang sama influencer anak-anak? Maksudnya anak-anak juga ingin berkarya di Indonesia, termasuk Cha-Cha," katanya.
"Semua anak-anak itu tidak selamanya dapat warisan dari orangtua, pasti ada yang merintis dari bawah."
Charissa, yang memiliki 800.000 pengikut di Instagram, memposting konten yang mengkritik program pemerintah Indonesia dan menyuarakan hak, serta keselamatan anak-anak.
Selain dari monetisasi kontennya, Cha-Cha juga memperoleh penghasilan dari konten 'endorsement' beberapa perusahaan 'skincare' dan restoran.
Ibu Cha-Cha, Eva Rosalina mengatakan anaknya bisa memperoleh kurang lebih Rp35 juta per bulan untuk membayar uang sekolah dirinya, kakaknya, serta biaya perawatan medis ibunya.
Eva mengatakan butuh beberapa tahun bagi Cha-Cha untuk membangun kariernya sebagai 'content creator.'
"Cha-Cha sedih ketika ada kebijakan pemerintah untuk menghapus akun-akun anak di bawah usia 16 tahun karena dia berpendapat bahwa enggak semua anak-anak itu dalam akunnya itu negatif," ujar Eva.
Di Indonesia yang memiliki populasi 70 juta anak, sebagian mempertanyakan bagaimana larangan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dapat diberlakukan secara efektif, sementara yang lain menyambut dengan baik
- Dunia Hari Ini: Nasionalis Israel Berarak-arakan Peringati Aneksasi Yerusalem Timur
- Dunia Hari Ini: Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
- Reaksi Pemilik dan Penyewa Rumah Asal Indonesia Soal Anggaran Australia
- Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang Pengumuman Anggaran Australia
- BYD Bersiap Meluncurkan Atto 1 Terbaru, Bawa Penyegaran Menarik
- Bicara soal Masa Lalu, Erika Carlina Pasrah Dihujat dan Dicaci
JPNN.com




