Australia Dukung Rakyat Iran Menggulingkan Rezim Republik Islam
jpnn.com, CANBERRA - Pemerintah Australia mendukung penuh upaya rakyat Iran yang menggulingkan rezim Republik Islam.
Demikian disampaikan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam pernyataanya melalui akun @AlboMP di media sosial X, Sabtu (28/2).
Menurut dia, rezim yang berkuasa di Tehran selama ini telah menjadi kekuatan pengacau global, melalui program rudal balistik dan nuklirnya, dukungan terhadap kelompok bersenjata proksi, dan tindakan kekerasan serta intimidasi yang brutal.
"Australia berdiri bersama rakyat Iran yang pemberani dalam perjuangan mereka melawan penindasan," kata Albanese.
Albanese mengungkapkan bahwa Australia telah beberapa kali menjadi korban dari operasi hitam Iran, termasuk dua serangan yang terjadi pada 2024 lalu.
"Tindakan mengerikan yang menargetkan komunitas Yahudi Australia ini dimaksudkan untuk menciptakan ketakutan, memecah belah masyarakat kita, dan menantang kedaulatan kita," kata dia.
Sebagai tanggapan, Australia telah mengusir Duta Besar Iran, menangguhkan operasi kedutaan di Teheran, dan memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai negara sponsor terorisme.
Pemerintah Australia telah menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 200 individu yang terkait dengan Iran, termasuk lebih dari 100 yang terkait dengan IRGC.
PM Albanese mengungkapkan bahwa rezim Republik Islam Iran telah mengarahkan setidaknya dua serangan ke wilayah Australia pada 2024 lalu
- Hasil Piala Dunia 2026: Pukul Turki, Australia Tempel AS
- UEA Pastikan Tidak Ada Dana Rp 53 T untuk Republik Islam Iran
- Menlu Abbas Araghchi Sebut Kesepakatan Iran-AS Hampir Tercapai
- Masalah Tunawisma di Australia Meningkat, Terungkap dengan Kematian Seorang Pria Ini
- Iran Keluarkan Peringatan Tegas, Jangan Coba-Coba Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
- Peserta WHV Asal Indonesia Tewas di Australia, Penyebabnya Masih Diselidiki
JPNN.com




