Ayah Sadis di Purwakarta Tega Seret dan Tendang Anak Demi Kiriman Uang dari Istrinya
jpnn.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video aksi penganiayaan sadis yang dialami seorang anak perempuan, yang dilakukan ayahnya di Kabupaten Purwakarta.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak sang anak menangis kesakitan saat pelaku menyeret dan membanting korban. Anak perempuan itu tidak berhenti menangis ketika pelaku melakukan perbuatan sadisnya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, Satreskrim Polres Purwakarta sudah menangkap pelaku berinisial PY.
PY ditangkap di kediamannya yang berlokasi di Jalan Kolonel Rahmat, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.
Adapun kronologi kejadiannya, tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi sekitar bulan Februari 2025 di kediaman pelaku.
Pelaku secara tegas menyeret serta menendang korban yang masih berstatus anak, dan mengakibatkan trauma.
"Telah terjadi dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan terhadap anak yang terjadi sekitar bulan Februari 2025 pukul 13.00 WIB di rumah pelaku, yang dilakukan oleh pelaku dengan cara pelaku menyeret anak korban serta menendang anak korban hingga mengakibatkan korban mengalami trauma," kata Hendra saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).
Hendra mengungkapkan, motif pelaku menganiaya korban ialah sebagai bahan ancaman terhadap istrinya yang sedang bekerja sebagai TKW di luar negeri, agar segera mengirimkan uang kepadanya.
Polres Purwakarta menangkap ayah yang tega menyeret dan menendang anaknya secara sadis. Motifnya tidak demi kiriman uang dari istri.
- Polisi Rilis Sketsa 2 Pelaku Penganiayaan Bambang Saat Demo 27 Agustus, Siapa Kenal?
- Ojol Dikeroyok 3 Pemuda Mabuk di Bandung, Diserang Pakai Tongkat Besi
- Polisi Temukan Indikasi Pidana terkait Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway
- Kapolri Rotasi Pamen Polda Jabar, Kapolresta Bandung hingga Dirreskrimsus Berganti
- Polda Jabar Bongkar Kasus Pornografi, Foto Korban Diedit Pakai AI
- Anggota DPRD Terdakwa Kasus Penganiayaan Ini Minta Status Tahanan Kota
JPNN.com




