Ayatollah Ali Khamenei Tewas, IRGC Umumkan Serangan Paling Brutal terhadap Israel dan AS Dimulai
jpnn.com - TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sabtu, menyampaikan pernyataan setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat.
IRGC mengumumkan dimulainya "operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran".
Televisi pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat.
Kantor berita Iran Tasnim menyebutkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei syahid di kantornya pada Sabtu pagi.
"Dalam beberapa saat, operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap Israel dan pangkalan teroris Amerika akan dimulai," sebut pernyataan IRGC seperti dikutip stasiun televisi pemerintah Iran itu.
Pada Sabtu, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel, serta ke fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari masa berkabung dan libur kerja selama seminggu setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei syahid dalam serangan Israel dan AS, lapor kantor berita Fars. (antara/jpnn)
Setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas, IRGC mengumumkan dimulainya serangan paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran.
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu
- FOZ Kecam Keras Intersepsi Kapal Bantuan & Penculikan Aktivis oleh Militer Israel
- WNI Ditangkap Tentara Israel, Menlu Sugiono Ungkap Kesulitan Komunikasi
- Jurnalis Foto Indonesia Ditahan Israel, Ibunya Mengenang Percakapan Terakhir
- Lima WNI Ditahan Militer Israel, KSP Dudung Pastikan Upaya Pemulangan Terus Berjalan
- PB Mathla’ul Anwar Kecam Tindakan Israel Terhadap Jurnalis dan Aktivis Global Sumud Flotilla
- Sebelum Ditawan Israel, Jurnalis Thoudy Badai Sempat Berkomunikasi dengan Keluarga
JPNN.com




